Jalur Bantuan Kemanusiaan di Yordania Harus Segera Dibuka

Ilustrasi pengungsi Suriah

YORDANIA – 60 ribu orang masih bertahan dalam kesulitan di perbatasan timur laut Yordania. Untuk itu, Organisasi kemanusiaan medis Médecins Sans Frontières atau Dokter Lintas Batas (MSF), meminta pihak berwenang membuka jalur bantuan kemanusiaan di perbatasan Yordania dengan Suriah.

Dikutip dari Republika.co.id, melalui siaran persnya, MSF mengatakan puluhan ribu pengungsi dari Suriah membutuhkan bantuan kemanusiaan dan perlindungan internasional.

Belum ada bantuan yang kembali masuk kesana setelah serangan bom bunuh diri di dekat pos militer menewaskan tujuh tentara Yordania pada 21 Juni 2016.

Manajer Operasional MSF Benoit De Gryse mengatakan mereka tidak dapat lagi menunggu, bantuan harus segera datang, “Mereka, lebih dari 50 persen di antaranya anak-anak, sangat membutuhkan persediaan makanan, air, dan layanan medis dengan segera. Hal ini tidak bisa menunggu,” ujarnya.

Dengan catatan, bukan hanya bantuan saja, namun orang-orang yang melarikan diri dari perang harus diberikan perlindungan internasional dan tempat yang aman untuk relokasi. Suriah maupun kawasan perbatasan bukan tempat yang aman saat ini.

“Ini adalah tanggung jawab bersama dan merupakan kegagalan besar komunitas internasional. Yordania tidak seharusnya dibiarkan sendirian menangani ekses perang Suriah. Ada banyak negara di dalam dan luar kawasan yang harus menawarkan tempat aman bagi para pengungsi,” katanya.

Sebelum aktivitasnya terpaksa dihentikan setelah serangan (21 Juni) lalu, MSF menjalankan klinik kesehatan berjalan bagi orang-orang yang terperangkap di Berm. MSF mulai menjalankan klinik berjalan 16 Mei 2016, dan telah memberikan perawatan bagi 3.501 orang.

Advertisement