Mengenal Khasiat Elderberry untuk Kesehatan Tubuh

Ilustrasi. (Foto: freepik)

JAKARTA – Berry dikenal sebagai salah satu jenis buah yang menyehatkan dengan rasa manis asam yang menyegarkan. Terdapat lebih dari 400 jenis berry dengan berbagai warna, seperti merah, ungu, dan biru.

Contoh buah berry yang populer adalah stroberi, blueberry, dan raspberry. Selain itu, ada juga varietas yang lebih eksotis seperti wolfberry dan crowberry yang kaya akan nutrisi.

Mengonsumsi buah berry secara rutin bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh, berkat kandungan nutrisinya yang membantu meningkatkan fungsi tubuh secara optimal.

Salah satu jenis berry, elderberry, yang berasal dari Eropa, mulai menarik perhatian para peneliti sebagai buah yang potensial dalam mendukung pengelolaan berat badan dan kesehatan metabolisme.

Menurut laporan Medical Daily pada Jumat, penelitian awal menunjukkan bahwa elderberry dapat membantu meredakan gejala flu, pilek, dan infeksi saluran pernapasan atas.

Meski demikian, selama pandemi Covid-19, beberapa klaim tidak berdasar mengenai manfaat elderberry untuk menyembuhkan SARS-CoV-2 mendorong FDA Amerika Serikat untuk mengambil tindakan tegas.

Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Washington State University menemukan bahwa jus elderberry memiliki potensi dalam membantu pengelolaan berat badan.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa konsumsi 12 ons jus elderberry setiap hari selama satu minggu dapat meningkatkan mikrobioma usus, toleransi glukosa, dan oksidasi lemak.

Penelitian ini adalah uji klinis manusia pertama yang membuktikan manfaat jus elderberry untuk kesehatan metabolik. Sebanyak 18 peserta dewasa dengan kelebihan berat badan terlibat dalam penelitian tersebut.

Patrick Solverson, penulis korespondensi dan asisten profesor di Departemen Nutrisi dan Fisiologi Olahraga, WSU Elson S. Floyd College of Medicine, mengatakan bahwa elderberry adalah buah yang belum banyak dihargai secara nutrisi maupun komersial.

“Kami sekarang mulai menyadari nilainya bagi kesehatan manusia, dan hasilnya sangat menggembirakan,” katanya dalam rilis berita.

“Makanan adalah obat, dan sains mengikuti kebijaksanaan populer itu. Studi ini berkontribusi pada semakin banyaknya bukti bahwa elderberry, yang telah digunakan sebagai obat tradisional selama berabad-abad, memiliki banyak manfaat bagi kesehatan metabolik maupun prebiotik,” tambah Solverson.

Temuan ini menunjukkan potensi elderberry sebagai makanan dengan manfaat kesehatan yang signifikan, termasuk sebagai prebiotik.

Studi ini menunjukkan bahwa konsumsi jus elderberry meningkatkan jumlah bakteri baik dalam usus, seperti Firmicutes, Actinobacteria, Faecalibacterium, Ruminococcaceae, dan Bifidobacterium, sekaligus menurunkan bakteri yang kurang bermanfaat, seperti Bacteroidetes dan Bacteroides.

Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa konsumsi elderberry yang kaya akan antosianin dapat membantu mengatur gula darah dan metabolisme lemak.

Peneliti mencatat adanya penurunan sebesar 24% pada area di bawah kurva (AUC) glukosa serum, yang menandakan kontrol gula darah yang lebih baik, serta peningkatan oksidasi lemak sebesar 27%, yang berarti tubuh lebih efektif membakar lemak sebagai energi.

Para peneliti menyimpulkan bahwa manfaat anti-obesitas dari jus elderberry yang sebelumnya diamati pada model translasi kini telah terbukti pada manusia.

Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan dengan durasi yang lebih panjang dan melibatkan kelompok usia serta jenis kelamin yang lebih beragam untuk memperdalam pemahaman tentang mekanisme kerja elderberry dalam mendukung kesehatan metabolik.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here