JAKARTA – Peristiwa Isra Mikraj menjadi salah satu momen paling penting dan bersejarah dalam Islam, meskipun telah berlalu ratusan tahun. Kejadian ini mengingatkan umat Islam akan kebesaran Allah SWT serta mukjizat yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW.
Selain itu, Isra Mikraj juga menjadi bukti kasih sayang Rasulullah kepada umatnya, terutama ketika beliau memohon kepada Allah untuk meringankan kewajiban salat.
Sebagian besar umat Islam meyakini Isra Mikraj terjadi pada 27 Rajab, meskipun Al-Qur’an dan hadis tidak secara tegas menyebut tanggalnya.
Para ulama juga sepakat bahwa tidak ada kewajiban untuk merayakannya. Namun, memperingati Isra Mikraj dengan cara yang baik dianggap sebagai upaya mengenang dan menyebarkan nilai-nilai Islam.
Mengingat Peristiwa Isra Mikraj
Isra Mikraj terjadi pada tahun ke-10 kenabian, saat Nabi Muhammad SAW mengalami berbagai ujian berat. Beliau kehilangan paman yang sangat dicintainya, Abu Thalib, yang meskipun tidak memeluk Islam, selalu melindungi Nabi sejak kecil.
Tidak lama setelah itu, istri tercinta, Khadijah binti Khuwalid, juga wafat. Khadijah adalah pendukung utama dakwah Nabi, baik secara emosional, finansial, maupun spiritual. Kehilangan dua sosok penting ini membuat tahun tersebut dikenal sebagai tahun kesedihan.
Di tengah cobaan berat, Allah SWT memberikan mukjizat perjalanan Isra Mikraj kepada Nabi Muhammad. Perjalanan ini dimulai dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, dilanjutkan ke langit ketujuh dengan kendaraan buraq.
Selama perjalanan, Nabi dipertemukan dengan para nabi sebelumnya, menyaksikan keindahan surga, dan kengerian neraka. Puncaknya, Nabi menerima perintah langsung dari Allah SWT tentang kewajiban salat lima waktu.
Isra Mikraj juga menjadi titik penting dalam sejarah Islam yang mengawali berbagai peristiwa besar, seperti hijrah Nabi ke Madinah dan kemenangan umat Islam di berbagai wilayah.
Setelah peristiwa ini, semangat Nabi dalam berdakwah semakin kuat, meskipun beliau telah kehilangan orang-orang tercintanya.
Pelajaran dari Isra Mikraj
Mukjizat Isra Mikraj mengajarkan bahwa dalam menghadapi berbagai ujian hidup, kita harus tetap bersandar kepada Allah SWT.
Nabi Muhammad SAW menjadi teladan dalam menunjukkan keteguhan iman, meskipun berada di tengah kesedihan mendalam. Dengan begitu, Isra Mi’raj menjadi pengingat bahwa Allah selalu bersama hamba-Nya yang beriman dan berserah diri.
Bagi kita yang menghadapi kesulitan, baik dalam bentuk masalah ekonomi, bencana alam, atau kehilangan orang terkasih, penting untuk meneladani kesabaran dan keteguhan Nabi Muhammad SAW.
Selain berdoa dan berpasrah, kita juga harus berikhtiar dengan segenap kemampuan, karena usaha adalah bagian dari tawakal kepada Allah.
Semoga kita diberi kekuatan dan kesabaran untuk menghadapi segala ujian hidup. Jangan pernah putus asa, karena Allah senantiasa mendengar doa dan usaha hamba-Nya. Bahkan, sekecil apa pun usaha kita, akan bernilai pahala di sisi Allah.





