Ramadan yang kita tinggalkan hampir setahun lalu, kini Allah hadirkan kembali di hadapan kita. Namun, pertanyaannya, apakah Ramadan kita tahun ini akan sama seperti tahun lalu?
Ramadan bukan sekadar tentang menahan lapar dan haus. Ini adalah kesempatan emas, kesempatan untuk diampuni, kesempatan untuk berubah. Lalu, bagaimana seharusnya kita mempersiapkan diri? Begini penjelasannya.
1. Menumbuhkan Kesadaran akan Pentingnya Ramadan
Kita harus menumbuhkan perasaan akan pentingnya bulan Ramadan. Jika kita tahu sesuatu itu penting, kita akan bersiap-siap. Misalnya, jika ada undangan yang sangat penting, kita akan berusaha hadir karena tahu konsekuensinya jika tidak datang.
Ini adalah bulan penuh rahmat dan ampunan. Pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Ini adalah kesempatan besar untuk meraih kebaikan dan menghapus dosa-dosa.
2. Menyadari Kerugian Jika Melewatkan Kebaikan Ramadan
Tanamkan dalam diri bahwa orang yang tidak mendapatkan kebaikan Ramadan adalah orang yang merugi. Allah memerintahkan puasa Ramadan hanya kepada orang-orang beriman. Puasa Ramadan adalah kewajiban yang hanya berlaku selama beberapa hari dalam setahun.
Namun, betapa banyak orang yang tidak menyadari keistimewaannya. Mereka mungkin hanya berpuasa di awal Ramadan, lalu meninggalkannya. Padahal, puasa Ramadan adalah salah satu ibadah yang paling utama dan memiliki pahala yang besar.
3. Mempersiapkan Ilmu tentang Ramadan
Persiapkan diri dengan mempelajari hukum-hukum dan tata cara berpuasa. Banyak di antara kita yang mungkin sudah lupa tentang detail hukum puasa, shalat tarawih, atau amalan-amalan lain di bulan Ramadan.
Jangan sampai kita berpuasa bertahun-tahun, namun ternyata puasa kita tidak diterima karena ketidaktahuan kita tentang syarat dan rukunnya.
4. Memperbaiki Niat dan Memohon Pertolongan Allah
Perbaiki niat dan mintalah pertolongan Allah. Niat yang tulus adalah kunci diterimanya amal ibadah. Berdoalah kepada Allah agar kita dipertemukan dengan Ramadan dan diberikan kekuatan untuk memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.
5. Memanfaatkan Waktu Sebelum Ramadan
Manfaatkan waktu sebelum Ramadan tiba. Bulan Sya’ban adalah waktu yang tepat untuk mempersiapkan diri. Jika kita tidak bisa memanfaatkan waktu di bulan Sya’ban, jangan berharap bisa memanfaatkan Ramadan dengan baik. Mulailah dengan memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, dan memperbaiki diri. Jangan menunda-nunda persiapan hingga Ramadan tiba.
6. Menjadikan Ramadan sebagai Momentum Perubahan
Ramadan adalah momentum untuk berubah. Allah menurunkan Al-Qur’an di bulan Ramadan sebagai petunjuk bagi manusia. Ini adalah waktu yang tepat untuk memulai perubahan diri, meningkatkan iman, dan mendekatkan diri kepada Allah.
Evaluasi diri kita, apakah kita termasuk orang yang beriman, atau justru memiliki sifat-sifat munafik yang disebutkan dalam Al-Qur’an? Ramadan adalah kesempatan untuk membersihkan hati dan memperbaiki diri.





