Presiden Jokowi Minta Masyarakat Tenang Hadapi Kasus Vaksin Palsu

Presiden Joko Widodo/ Foto: Tribunnews

JAKARTA – Keresahan masyarakat yang kian menjadi karena beredarnya vaksin palsu, mendorong Presiden Joko Widodo untuk meminta Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek segera mencari solusi atas masalah vaksin palsu.

Selain itu, Jokowi juga meminta masyarakat tetap tenang menyikapi masalah itu. Jokowi juga mengatakan rumah sakit yang sengaja menggunakan obat palsu bisa dicabut izinnya.

“Saya sudah memerintahkan kepada Menkes untuk segera mencari solusi,” kata Jokowi, Sabtu (16/7/2016), dikutip dari Pikiran Rakyat.

Pencarian solusi ini, kata Jokowi, dapat dilakukan langsung oleh Kementerian Kesehatan atau bersama pemerintah daerah untuk satu persatu menyelesaikan di setiap lokasi tempat peredaran vaksin palsu.

“Yang penting (masyarakat) tenang dulu karena ini menyangkut tidak setahun, dua tahun. Ini 13 tahun sehingga harus ditangani juga termasuk sanksi terhadap RS maupun individu yang tersangkut,” kata Jokowi.

Namun meskipun demikian, Jokowi belum dapat memberitahu langkah pemerintah atas pasien yang terkena vaksin palsu. Dia meminta masyarakat menunggu. “Nanti tunggu menkes, ini harus ditangani betul-betuk secara detail dan hati-hati,” ucap Presiden.

Seperti diketahui setelah Kemenkes mengumumkan daftar nama 14 rumah sakit yang terlibat peredaran vaksin palsu, masyarakat terutama keluarga korban yang merasa pernah memvaksin anaknya di rumah-rumah sakit tersebut merasa geram, bahkan sempat terjadi kerusuhan di rumah sakit St Elisabeth Bekasi yang mengakibatkan tindakan anarkis dari orangtua korban.

Advertisement