MYANMAR – Otoritas pemilu di Myanmar menegaskan kembali rencana untuk pemilihan nasional akhir tahun ini atau awal tahun depan, meskipun negara tersebut maish porak poranda akibat gempa.
Gempa berkekuatan 7,7 skala Richter pada tanggal 28 Maret juga melukai 5.018 orang dengan 145 orang masih hilang, sebagaimana dilansir Xinhua News. Jumlah korban tewas akibat gempa bumi dahsyat bulan lalu di Myanmar meningkat pada Rabu menjadi 3.649.
Sementara itu, jumlah korban tewas di negara tetangga Thailand akibat gedung pencakar langit yang sedang dibangun yang runtuh akibat gempa yang sama telah meningkat menjadi 22 orang dengan 72 orang masih hilang, menurut The Bangkok Post.
Komisi Pemilihan Umum junta Myanmar pada hari Selasa juga menegaskan kembali rencana untuk mengadakan pemilihan umum pada bulan Desember atau Januari, menurut The Irrawaddy, sebuah situs web berita yang dikelola oleh para pengungsi Myanmar di Thailand.
Komisi tersebut mendesak orang-orang yang ingin membentuk partai politik untuk mengajukan aplikasi sebelum 9 Mei.
Kepala junta Min Aung Hlaing telah mengatakan bulan lalu bahwa negara itu akan mengadakan pemilihan umum pada bulan Desember ini atau Januari mendatang.




