JAKARTA, KBKNEWS.id – Pemusnahan amunisi di Garut, Jawa Barat telah meninggalkan luka bagi keluarga korban, dimana sembilan warga sipil menjadi korban tewas, selain empat anggota TNI Angkatan Darat (AD).
Sebagai ungkapan simpati mendalam terhadap keluarga korban, TNI AD menyatakan membuka peluang kepada anak-anak korban pemusnahan amunisi untuk bergabung menjadi tentara. TNI AD akan melakukan pendampingan kepada mereka apabila tertarik dengan peluang tersebut.
Menurut dia, anak-anak para korban itu menjalani pendamping khusus, apabila berminat bergabung menjadi prajurit TNI AD. Pendamping dilakukan jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 0611/Garut. “Nanti jajaran Kodim 0611/Garut akan memberikan pendampingan, pembimbingan, sehingga prosesnya dapat berjalan dengan baik,” ujar Wahyu.




