TNI AD Janjikan Buka Peluang bagi Anak Korban Pemusnahan Amunisi untuk jadi Tentara

JAKARTA, KBKNEWS.id – Pemusnahan amunisi di Garut, Jawa Barat telah meninggalkan luka bagi keluarga korban, dimana sembilan warga sipil menjadi korban tewas, selain empat anggota TNI Angkatan Darat (AD).

Sebagai ungkapan simpati mendalam terhadap keluarga korban, TNI AD menyatakan membuka peluang kepada anak-anak korban pemusnahan amunisi untuk bergabung menjadi tentara. TNI AD akan melakukan pendampingan kepada mereka apabila tertarik dengan peluang tersebut.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Wahyu Yudhayana mengatakan, peluang bagi anak-anak korban insiden ledakan amunisi afkir telah disampaikan oleh Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) III/Siliwangi Mayjen Dadang Arif Abdurahman. Nantinya, mereka bisa menjadi prajurit TNI AD.
“Pimpinan TNI AD sudah menyampaikan kepada Bapak Pangdam III/Siliwangi untuk menyampaikan kepada putra-putri dari korban apabila ingin bergabung dengan TNI AD, TNI AD membuka peluang kepada seluruh putra-putri korban,” kata Wahyu, dilansir Republika.co.id.

Menurut dia, anak-anak para korban itu menjalani pendamping khusus, apabila berminat bergabung menjadi prajurit TNI AD. Pendamping dilakukan jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 0611/Garut. “Nanti jajaran Kodim 0611/Garut akan memberikan pendampingan, pembimbingan, sehingga prosesnya dapat berjalan dengan baik,” ujar Wahyu.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here