JAKARTA, KBKNews.id – Serangan jantung bisa terjadi kapan saja, termasuk saat seseorang sedang tertidur. Kondisi ini patut diwaspadai, khususnya bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung atau gangguan tidur.
Meski tubuh terlihat istirahat saat tidur, jantung tetap bekerja sepanjang malam. Umumnya, tekanan darah dan detak jantung akan menurun untuk membantu proses pemulihan tubuh.
Namun, dalam kondisi tertentu, tekanan pada jantung justru meningkat dan berpotensi memicu serangan jantung saat tidur.
Salah satu faktor utama yang meningkatkan risiko adalah gangguan tidur seperti sleep apnea, yaitu kondisi di mana pernapasan terhenti sejenak secara berulang saat tidur.
Hal ini menyebabkan kadar oksigen dalam darah menurun dan jantung harus bekerja lebih keras, sehingga dalam jangka panjang berisiko menimbulkan penyakit jantung serius.
Penyebab Umum Serangan Jantung
Serangan jantung disebabkan oleh gangguan aliran darah kaya oksigen ke otot jantung, yang biasanya akibat penyumbatan pembuluh darah. Beberapa penyebab utamanya antara lain:
- Penyakit Jantung Koroner
Terjadi akibat plak kolesterol atau gumpalan darah yang menyumbat arteri koroner.
- • Penyakit Jantung Bawaan
Merupakan kelainan jantung sejak lahir yang bisa dipicu oleh faktor genetik atau infeksi selama kehamilan.
- Infeksi Jantung (Endokarditis)
Infeksi bakteri, seperti Streptococcus grup A, bisa merusak bagian dalam jantung.
- Gagal Jantung
Kondisi ketika jantung tidak mampu memompa darah dengan baik karena kerusakan otot, infeksi, atau gangguan katup.
- Aritmia
Gangguan irama jantung yang bisa dipicu oleh kelainan jantung, stres, alkohol, atau efek obat-obatan.
- Penyalahgunaan Narkotika
Obat-obatan seperti kokain dan amfetamin dapat mempersempit pembuluh darah secara tiba-tiba.
- Hipoksia (Kurangnya Oksigen)
Dapat disebabkan oleh keracunan karbon monoksida atau gangguan paru-paru yang menurunkan kadar oksigen dalam darah.
Gejala Serangan Jantung Saat Tidur
Gejala serangan jantung yang muncul saat tidur bisa berbeda dengan yang terjadi saat terjaga, sehingga seringkali tidak disadari. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- Berkeringat Dingin
Mengeluarkan keringat berlebih tanpa sebab di malam hari bisa menjadi pertanda aliran darah ke jantung terganggu.
- Nyeri Dada atau Rasa Sesak
Rasa berat atau nyeri yang berlangsung terus-menerus saat tidur bisa menjadi sinyal peringatan.
- Kesulitan Bernapas saat Tidur
Terbangun karena sesak napas bisa menunjukkan tekanan jantung yang berlebihan.
- Rasa Lelah Berlebihan
Bangun tidur namun tetap merasa sangat lelah dapat menjadi tanda masalah jantung tersembunyi.
- Kecemasan Mendadak
Perasaan tidak tenang tanpa alasan jelas, khususnya di malam hari, bisa berkaitan dengan gangguan jantung.
Komplikasi jika Tidak Segera Ditangani
Serangan jantung yang tidak mendapatkan penanganan medis dengan cepat bisa menyebabkan:
- Aritmia atau gangguan irama jantung.
- Gagal jantung.
- Syok kardiogenik (jantung gagal memompa darah).
- Henti jantung mendadak.
Pencegahan dan Pentingnya Pemeriksaan Rutin
Pemeriksaan kesehatan jantung secara berkala sangat disarankan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, kolesterol, diabetes, atau kebiasaan merokok.
Kualitas tidur juga penting dijaga. Jika mengalami gangguan seperti mendengkur keras atau tiba-tiba terbangun dengan napas tersengal, segera periksa ke dokter.
Diagnosis dan penanganan sleep apnea secara dini dapat mencegah risiko penyakit jantung yang lebih serius, termasuk serangan jantung saat tidur.





