Serangan Jantung di Malam Hari, Waspadai Gejala dan Cara Mencegahnya

Ilustrasi serangan jantung. (Foto: iStock)

JAKARTA, KBKNews.id – Serangan jantung bisa terjadi kapan saja, termasuk saat seseorang sedang tertidur. Kondisi ini patut diwaspadai, khususnya bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung atau gangguan tidur.

Meski tubuh terlihat istirahat saat tidur, jantung tetap bekerja sepanjang malam. Umumnya, tekanan darah dan detak jantung akan menurun untuk membantu proses pemulihan tubuh.

Namun, dalam kondisi tertentu, tekanan pada jantung justru meningkat dan berpotensi memicu serangan jantung saat tidur.

Salah satu faktor utama yang meningkatkan risiko adalah gangguan tidur seperti sleep apnea, yaitu kondisi di mana pernapasan terhenti sejenak secara berulang saat tidur.

Hal ini menyebabkan kadar oksigen dalam darah menurun dan jantung harus bekerja lebih keras, sehingga dalam jangka panjang berisiko menimbulkan penyakit jantung serius.

Penyebab Umum Serangan Jantung

Serangan jantung disebabkan oleh gangguan aliran darah kaya oksigen ke otot jantung, yang biasanya akibat penyumbatan pembuluh darah. Beberapa penyebab utamanya antara lain:

  • Penyakit Jantung Koroner

Terjadi akibat plak kolesterol atau gumpalan darah yang menyumbat arteri koroner.

  • • Penyakit Jantung Bawaan

Merupakan kelainan jantung sejak lahir yang bisa dipicu oleh faktor genetik atau infeksi selama kehamilan.

  • Infeksi Jantung (Endokarditis)

Infeksi bakteri, seperti Streptococcus grup A, bisa merusak bagian dalam jantung.

  • Gagal Jantung

Kondisi ketika jantung tidak mampu memompa darah dengan baik karena kerusakan otot, infeksi, atau gangguan katup.

  • Aritmia

Gangguan irama jantung yang bisa dipicu oleh kelainan jantung, stres, alkohol, atau efek obat-obatan.

  • Penyalahgunaan Narkotika

Obat-obatan seperti kokain dan amfetamin dapat mempersempit pembuluh darah secara tiba-tiba.

  • Hipoksia (Kurangnya Oksigen)

Dapat disebabkan oleh keracunan karbon monoksida atau gangguan paru-paru yang menurunkan kadar oksigen dalam darah.

Gejala Serangan Jantung Saat Tidur

Gejala serangan jantung yang muncul saat tidur bisa berbeda dengan yang terjadi saat terjaga, sehingga seringkali tidak disadari. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Berkeringat Dingin

Mengeluarkan keringat berlebih tanpa sebab di malam hari bisa menjadi pertanda aliran darah ke jantung terganggu.

  • Nyeri Dada atau Rasa Sesak

Rasa berat atau nyeri yang berlangsung terus-menerus saat tidur bisa menjadi sinyal peringatan.

  • Kesulitan Bernapas saat Tidur

Terbangun karena sesak napas bisa menunjukkan tekanan jantung yang berlebihan.

  • Rasa Lelah Berlebihan

Bangun tidur namun tetap merasa sangat lelah dapat menjadi tanda masalah jantung tersembunyi.

  • Kecemasan Mendadak

Perasaan tidak tenang tanpa alasan jelas, khususnya di malam hari, bisa berkaitan dengan gangguan jantung.

Komplikasi jika Tidak Segera Ditangani

Serangan jantung yang tidak mendapatkan penanganan medis dengan cepat bisa menyebabkan:

  • Aritmia atau gangguan irama jantung.
  • Gagal jantung.
  • Syok kardiogenik (jantung gagal memompa darah).
  • Henti jantung mendadak.

Pencegahan dan Pentingnya Pemeriksaan Rutin

Pemeriksaan kesehatan jantung secara berkala sangat disarankan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, kolesterol, diabetes, atau kebiasaan merokok.

Kualitas tidur juga penting dijaga. Jika mengalami gangguan seperti mendengkur keras atau tiba-tiba terbangun dengan napas tersengal, segera periksa ke dokter.

Diagnosis dan penanganan sleep apnea secara dini dapat mencegah risiko penyakit jantung yang lebih serius, termasuk serangan jantung saat tidur.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here