KASHMIR – Sekitar 45 orang tewas dan lebih dari 5.000 terluka, termasuk pasukan keamanan India, sejak maraknya unjuk rasa di Kashmir, India setelah pembunuhan komandan Hizbul Mujahidin, Burhan Wani, pada 8 Juli.
Masyarakat belum dapat menikmati kehidupan normal karena jam malam yang diberlakukan pemerintah.
“Saya meminta pemuda tidak melakukan pelemparan batu dan saya juga meminta pasukan keamanan tidak menggunakan peluru karet. Saya mengatakan kepada pasukan keamanan untuk menahan diri sebisa mungkin,” kata Menteri Dalam Negeri India, Rajnath Singh, Ahad (24/7/2016), saat mengakhiri kunjungan dua harinya ke Kashmir.
Kashmir menjadi pusat sengketa New Delhi dengan Islamabad selama beberapa puluh tahun, saat keduanya sama-sama mengklaim keseluruhan wilayah namun hanya menduduki sebagian.
Seperti diinfokan Antara, India meminta pasukan keamanannya menahan diri dalam menanggapi demonstrasi di wilayah sengketa Kashmir dan mengganti peluru karet dengan senjata tidak mematikan, kata





