115 Domba Kurban Dompet Dhuafa Hadirkan Kebahagiaan di Desa Terpencil Boyolali

Dompet Dhuafa Jawa Tengah menetapkan Desa Bercak, Kecamatan Wonosamudro, Kabupaten Boyolali, sebagai salah satu lokasi penyembelihan 115 ekor domba dalam Program Tebar Hewan Kurban (THK). (Foto: Dompet Dhuafa)

BOYOLALI, KBKNews.id – “Ini betulan? Domba segini banyaknya? Duh buyung…” begitu ungkapan takjub Nur Ikhsan, Kepala Desa Bercak, Kecamatan Wonosamudro, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, saat mengetahui akan ada 115 ekor domba kurban yang disembelih di desanya.

Dalam rangka Program Tebar Hewan Kurban (THK), Dompet Dhuafa Jawa Tengah menetapkan Desa Bercak sebagai salah satu lokasi penyembelihan dari sekian titik di provinsi tersebut.

Akses ke Desa Bercak tergolong menantang karena berada di kawasan perbukitan. Inilah yang menjadi salah satu pertimbangan THK menjangkau wilayah ini.

Di samping itu, kondisi ekonomi warga yang sebagian besar masih berada di bawah garis sejahtera membuat hewan kurban menjadi sesuatu yang sangat langka. Nur Ikhsan membenarkan bahwa selama ini jumlah hewan kurban di desanya bisa dihitung dengan jari.

“Di sini, ya, begini, Mas. Kalau ada kurban hanya satu. Itu mungkin belum mencukupi untuk semua warga. Alhamdulillah, ini ada Dompet Dhuafa, kurbannya sangat cukup. Semua (warga) dapat daging,” tutur Nur Ikhsan.

Dompet Dhuafa Jawa Tengah menetapkan Desa Bercak, Kecamatan Wonosamudro, Kabupaten Boyolali, sebagai salah satu lokasi penyembelihan 115 ekor domba dalam Program Tebar Hewan Kurban (THK). (Foto: Dompet Dhuafa)

Warga Desa Bercak rata-rata bermata pencaharian sebagai petani sehingga motor yang dimodifikasi ala trail jadi kendaraan yang lumrah dijumpai untuk membawa hasil bumi.

Motor yang menjawab halangan dan rintangan jalan untuk naik turun perbukitan. Kendaraan bermotor ini seakan menari-nari ketika membawa hasil bumi dan saat ini digunakan untuk mengangkut hewan kurban.

“Terima kasih Dompet Dhuafa, terus lanjutkan program ini, sangat bermanfaat, menjangkau kami yang hidupnya di alas (hutan) ini,” ujar Ramadan (36) yang membawa domba yang sudah disembelih di atas motor trailnya.

Menikmati daging artinya memenuhi kebutuhan protein hewani. Kecukupan daging hewan kurban di momentum Iduladha Nur Ikhsan sebut sebagai momentum perbaikan gizi.

“Warga jadi bisa perbaikan gizi walau setahun sekali,” pungkas kepala desa yang bergaya ala santri ini.

Dompet Dhuafa Jawa Tengah menetapkan Desa Bercak, Kecamatan Wonosamudro, Kabupaten Boyolali, sebagai salah satu lokasi penyembelihan 115 ekor domba dalam Program Tebar Hewan Kurban (THK). (Foto: Dompet Dhuafa)

Program Tebar Hewan Kurban menjadi bagian dalam memperkuat syiar kebaikan yang menunjang program lain yang sebelumnya telah hadir di Desa Bercak.

Program tersebut antara lain program Dai Pemberdaya dengan adanya Ustadz Nur Cholis dan renovasi tempat ibadah warga yakni Masjid Ar-Ridho dengan skema wakaf oleh Dompet Dhuafa Jawa Tengah.

Setelah pencacahan daging selesai dilakukan, daging dimasukkan ke dalam wadah besek bambu dilakukan bersama-sama antara warga, mahasiswa Universitas Sebelas Maret dan Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) chapter Solo.

Aksi ini dilakukan sebagai bagian dari kampanye ‘Kurban Asyik Tanpa Sampah Plastik’ yang diinisiasi oleh DDV untuk mengurangi potensi penggunaan sampah plastik saat hari raya Iduladha. Wadah Besek diantarkan oleh DDV ke setiap rumah warga, paling tidak besek tersebut memiliki berat antara 1.3 kg – 1.8 kg.

“Wah, terima kasih banyak, ya. Semoga semua sehat, berkah, dan murah rezeki, semua urusan lancar, nggih!” ucap Mbah Satijah (70), saat dirinya mendapatkan besek berisi daging kurban yang diantarkan oleh teman-teman DDV.

Dari pedalaman Jawa Tengah senyuman penerima manfaat dapat terukir berkat kurban yang Anda tunaikan di Dompet Dhuafa. Kurbanmu telah tersampaikan dan semua warga Desa Bercak telah menikmatinya.

Oleh: Aryo Prasojo

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here