JAKARTA, KBKNEWS.id – Institut Kemandirian menggelar Vocational Outlook: Diseminasi Riset Strategis 2026 pada Kamis (16/4/2026) dan menjadi bagian dari peringatan 21 tahun lembaga sekaligus evaluasi dampak pelatihan vokasional yang telah berjalan lebih dari dua dekade.
Sejak berdiri, Institut Kemandirian di bawah Dompet Dhuafa telah meluluskan lebih dari 9.000 alumni di berbagai wilayah Indonesia. Program pelatihan gratis ini ditujukan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Direktur Institut Kemandirian, Abdurrahman Usman, menyebut kegiatan ini penting untuk mengukur dampak nyata program terhadap kehidupan alumni.
Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh keterampilan teknis, tetapi juga pola pikir, resiliensi, dan dukungan lingkungan.
Dalam forum tersebut, peneliti Dr. Baban Sarbana memaparkan hasil riset terhadap 264 responden dan 15 alumni terpilih. Hasilnya, 60 persen alumni terserap di dunia kerja, sementara 22,8 persen lainnya telah menjadi wirausaha—melampaui rasio kewirausahaan nasional sekitar 8 persen.
“Program ini tidak hanya mencetak tenaga kerja, tetapi juga melahirkan wirausaha baru,” ujarnya.
Institut Kemandirian mengembangkan konsep TEKUN (Terampil, Kerja, Usaha, dan Naik Kelas) sebagai model pemberdayaan berkelanjutan, mulai dari pelatihan hingga pengembangan usaha.
Aktivis pendidikan Sri Nurhidayah menekankan pentingnya jejaring alumni dalam memperluas dampak, sementara Gaib Maruto Sigit menyoroti penguatan publikasi agar manfaat program semakin dikenal.
Melalui kegiatan ini, Institut Kemandirian menegaskan komitmennya mencetak tenaga terampil dan mendorong transformasi mustahik menjadi muzakki secara berkelanjutan.





