JAKARTA, KBKNews.id – Menikah merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Banyak pasangan muslim juga mempertimbangkan waktu terbaik untuk melangsungkan pernikahan demi mendapatkan keberkahan.
Dalam tradisi Islam, pemilihan bulan pernikahan sering dikaitkan dengan waktu-waktu yang dianggap utama dalam ajaran agama. Lalu, kapan waktu yang dianggap baik untuk menikah menurut pandangan Islam? Berikut penjelasannya:
1. Bulan Syawal
Syawal dikenal sebagai bulan yang disunnahkan untuk menikah. Hal ini didasarkan pada riwayat Aisyah RA yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW menikahinya pada bulan Syawal dan mulai hidup bersama juga pada bulan tersebut.
“Dari Aisyah RA ia berkata, ‘Rasulullah SAW menikahi aku pada bulan Syawal dan menggauliku (pertama kali juga) pada bulan Syawal. Lalu manakah istri-istri beliau SAW yang lebih beruntung dan dekat di hatinya dibanding aku?’.” (Muttafaq ‘Alaih)
Hadis ini membantah kepercayaan masa jahiliyah yang menganggap menikah di bulan Syawal sebagai hal yang tidak baik. Berdasarkan hadis ini, para ulama mazhab Syafi’i menilai bahwa menikah di bulan Syawal merupakan sunah dan penuh berkah.
2. Bulan Rajab
Rajab termasuk salah satu dari empat bulan haram, yakni bulan-bulan suci dalam Islam yang dimuliakan. Dalam Al-Qur’an surah At-Taubah ayat 36 disebutkan bahwa terdapat empat bulan mulia, dan Rajab salah satunya.
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan Bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.” (QS At-Taubah ayat 36)
Oleh karena itu, bulan ini dianggap istimewa untuk melaksanakan ibadah, termasuk pernikahan. Selain itu, Rajab juga merupakan bulan ketika orang tua Nabi Muhammad SAW menikah, dan Sayyidah Aminah mulai mengandung Rasulullah.
3. Bulan Rabiul Awal
Rabiul Awal adalah bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, sehingga dipandang penuh berkah dan rahmat.
Pada bulan ini pula, Rasulullah SAW menikah dengan Khadijah binti Khuwailid, serta menikahkan putrinya, Ummi Kultsum, dengan Utsman bin Affan atas perintah Allah SWT.
Kejadian-kejadian penting tersebut menjadikan Rabiul Awal sebagai bulan yang penuh makna untuk pernikahan.
4. Bulan Safar
Walaupun dulu dianggap sebagai bulan yang membawa kesialan, Islam menolak anggapan ini. Nabi Muhammad SAW menikahi Khadijah RA di bulan Safar, dan Ali bin Abi Thalib menikahi Fatimah az-Zahra juga di bulan ini.
Kisah-kisah tersebut membuktikan bahwa Safar tetap membawa kebaikan. Islam menegaskan bahwa tidak ada bulan sial, dan semua bulan adalah waktu yang baik jika diniatkan karena Allah.
5. Bulan Muharam
Dalam sebagian budaya seperti masyarakat Jawa, bulan Muharram (atau Suro) sering dikaitkan dengan hal-hal buruk. Namun dalam Islam, keyakinan terhadap nasib buruk karena waktu tertentu adalah bentuk kesyirikan.
Nabi Muhammad SAW menolak anggapan ini. Islam mengajarkan bahwa semua waktu adalah ciptaan Allah dan bisa menjadi waktu yang baik untuk menikah.
6. Bulan Zulkaidah
Zulkaidah termasuk bulan suci yang terletak di antara dua hari raya besar, yakni Idulfitri dan Iduladha. Pada bulan ini, Rasulullah SAW menikahkan Zainab binti Jahsyi.
Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa Zulkaidah juga merupakan bulan yang baik dan penuh berkah untuk mengadakan pernikahan.





