ANKARA (KBK) – Hasil bersih-bersih pemerintah Erdogan terhadap pengikut Gulen menyebabkan sebanyak 1.684 personel militer, termasuk jenderal, dipecat dari angkatan bersenjata Turki pada hari Rabu (27/7/2016).
Secara resmi keputusan hukum pemecatan mereka disampaikan ke publik setelah kudeta gagal 15 Juli lalu, demikian NTV melaporkan.
Ulama Turki yang tinggal di Amerika Serikat Fethullah Gulen dituduh oleh Ankara bersekongkol melakukan upaya kudeta, 15 Juli.
Sebanyak 149 jenderal dan laksamana dipecat dari tentara, menurut kabar resmi yang diterbitkan pada Rabu malam.
Sementara itu, 1.099 perwira dan 436 bintara juga diberhentikan.
Selain itu, tiga kantor berita, 23 stasiun radio, 16 saluran TV, 45 surat kabar, 15 majalah, dan 29 penerbitan ditutup.
Sebanyak 8.651 tentara, yang terdiri 1,5 persen dari total personel militer, mengambil bagian dalam upaya kudeta yang gagal itu kata staf umum Turki, Rabu.
Seperti dilansir Xinhua, sejauh ini, 10.012 tentara telah ditahan sebagai bagian dari penyelidikan atas upaya kudeta, yang menewaskan sedikitnya 290 orang, termasuk lebih dari 100 “komplotan kudeta,” tewas.




