Tantangan Mewujudkan Kemerdekaan dari Kemiskinan

JAKARTA, KBKNews.id – Republik Indonesia (RI) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 pada 17 Agustus 2025. Salah satu tantangan yang dihadapi yakni masalah kemerdekaan dari kemiskinan.

Melihat fenomena itu, Dompet Dhuafa menggelar Dialog Kebangsaan bertajuk ‘Merajut Kebersamaan Mewujudkan Merdeka dari Kemiskinan’ di Gedung Philanthropy, Jakarta, Rabu (13/8/2025).

Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini menjelaskan angka kemiskinan tercatat naik drastis pada krisis ekonomi 1998 dan pandemi COVID-19. Maka dari itu, kemiskinan merupakan pekerjaan rumah (PR) bersama untuk mengentaskan masyarakat Indonesia dari kemiskinan.

“Jadi kita perlu mengatasi bersama,” ujarnya.

Juwaini menyebut Dompet Dhuafa mengundang tokoh national untuk mengungkapkan gagasan dalam menangani kemiskinan. Sejumlah tokoh yang diundang yakni Cendekiawan Yudi Latif, Mantan Komisioner KPK Bambang Widjojanto hingga oengurus MUI Zaitun Rasmin.

“Hari ini Dompet Dhuafa sengaja mengundang bapak-ibu semua untuk berbicara untuk menyampaikan gagasan dan usulan. Yang levelnya bisa bersifat strategi, program atau bahkan program praktis,” ujarnya.

Sementara itu, Pendiri Dompet Dhuafa Parni Hadi menyebutkan Dompet Dhuafa terus hadir untuk memerdekan masyarakat dari kemiskinan. Dia mengingatkan perayaan HUT RI ini dalam rangka memerdekakan diri dari kemiskinan.

“Kita merayakan kemerdekaan dengan tekat merdeka dari belenggu penjajahan kemiskinan,” katanya.
Bambang selalu pemateri, mengingatkan tetap ada harapan agar Indonesia merdeka dari kemiskinan. Dia berharap masyarakat miskin atau mustahik bisa menjadi subjek dalam pembangunannya.

“Kita Ingin menghidupkan harapan. Tapi dengan memeriksa kenyataan dengan jujur,’ katanya

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here