Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa penangkapan para aktivis dan penyitaan kapal Global Sumud Flotilla oleh militer Israel (IDF). Kapal tersebut membawa bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Gaza, Palestina, yang hingga kini masih menghadapi blokade panjang. Dompet Dhuafa menyerukan agar dunia internasional segera mengambil sikap tegas terhadap tindakan tersebut.

Dompet Dhuafa juga mendorong Pemerintah Indonesia, negara-negara sahabat, dan badan internasional untuk segera melakukan langkah diplomasi nyata. Tujuannya agar para aktivis dapat melanjutkan misi kemanusiaan mereka, terutama dalam mengirimkan bantuan kebutuhan dasar seperti pangan, obat-obatan, dan perlengkapan medis. Bagi rakyat Palestina, bantuan dari dunia internasional menjadi satu-satunya harapan di tengah situasi krisis yang berkepanjangan.

Harapannya, bantuan kemanusiaan tersebut dapat segera disalurkan dan mencapai tangan mereka yang membutuhkan. Hingga kini, delapan warga Malaysia dilaporkan masih ditahan oleh pihak keamanan Israel. Mereka tergabung dalam International Grand Protection Committee (IGPC), yang merupakan bagian dari Global Sumud Flotilla—sebuah gerakan kemanusiaan dunia dari 44 negara yang mengerahkan 72 kapal untuk menembus blokade di Gaza.





