Trump Klaim Berhak Terlibat dalam Pemilihan Pengganti Khamenei

JAKARTA, KBKNEWS.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keinginannya untuk ikut terlibat dalam menentukan pemimpin baru Iran setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Dalam wawancara dengan Axios, Trump menegaskan bahwa Washington perlu memiliki peran dalam proses penentuan kepemimpinan baru di Teheran. Ia bahkan secara terbuka menolak kemungkinan Mojtaba Khamenei, putra mendiang pemimpin Iran itu, menggantikan posisi ayahnya.

Trump menyebut Mojtaba sebagai sosok yang tidak cukup kuat untuk memimpin negara tersebut. Menurutnya, Iran membutuhkan figur pemimpin yang mampu membawa stabilitas dan perdamaian.

“Kami menginginkan seseorang yang bisa membawa harmoni dan perdamaian bagi Iran,” kata Trump.

Pernyataan itu muncul ketika konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah semakin meluas. Serangan udara Amerika Serikat dan Israel terus menghantam berbagai target di Iran, sementara Teheran melancarkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone ke sejumlah wilayah, termasuk Israel serta beberapa negara Teluk.

Militer Israel juga telah memperingatkan warga di sejumlah wilayah Teheran untuk mengungsi karena adanya gelombang serangan udara baru yang menargetkan fasilitas pemerintah Iran.

Media setempat melaporkan sejumlah ledakan terdengar di berbagai bagian ibu kota.

Pejabat militer Amerika Serikat menyatakan operasi militer terhadap Iran masih dapat berlanjut. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan persediaan amunisi negaranya cukup untuk mempertahankan serangan dalam waktu lama.

Sementara itu, korban jiwa akibat konflik terus bertambah. Palang Merah Iran melaporkan sedikitnya 1.230 orang tewas sejak pecahnya perang, termasuk puluhan anak sekolah yang menjadi korban pada hari pertama serangan.

Konflik yang meluas ini juga mulai berdampak pada ekonomi global, terutama karena terganggunya pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here