
Jakarta, KBKNews.id – Nama Gary Wingrove tiba-tiba menjadi perhatian dalam industri jasa profesional internasional. Ia dipilih sebagai kandidat pemimpin baru KPMG, salah satu firma konsultan dan akuntansi terbesar di dunia.
Jika proses pengesahan berjalan lancar, Wingrove akan menggantikan Bill Thomas sebagai CEO global mulai September 2026. Posisi ini sangat strategis karena KPMG merupakan salah satu pemain utama dalam industri audit dan konsultansi global yang memengaruhi banyak keputusan bisnis korporasi besar maupun pemerintah.
Dengan jaringan profesional yang tersebar di ratusan negara, kepemimpinan di KPMG tidak hanya berdampak pada internal perusahaan, tetapi juga pada arah industri jasa profesional secara global.
Lalu, seperti apa sebenarnya organisasi KPMG dan siapa sosok Gary Wingrove yang dipercaya untuk memimpin jaringan global tersebut?
KPMG, Pilar Industri Konsultan Global
KPMG dikenal sebagai salah satu jaringan firma jasa profesional terbesar di dunia. Layanan utamanya mencakup audit dan assurance, konsultansi bisnis serta teknologi, layanan perpajakan, hingga advisory transaksi dan manajemen risiko.
Organisasi internasional KPMG berkantor pusat di London, Inggris. Namun, struktur operasinya berbeda dengan perusahaan multinasional pada umumnya.
Alih-alih berbentuk satu entitas perusahaan global, KPMG beroperasi sebagai jaringan firma anggota yang berdiri secara independen di berbagai negara. Masing-masing firma memiliki kepemilikan lokal, tetapi menggunakan merek yang sama serta mengikuti standar profesional dan tata kelola global yang ditetapkan oleh KPMG International.
Model organisasi ini memungkinkan KPMG mempertahankan fleksibilitas lokal sekaligus menjaga konsistensi kualitas layanan di tingkat global.
Saat ini jaringan KPMG memiliki sekitar 275.000 tenaga profesional yang bekerja di lebih dari 140 negara. Pendapatan globalnya mendekati 40 miliar USD per tahun.
KPMG juga merupakan bagian dari kelompok Big Four. Itu merupakan empat firma akuntansi terbesar di dunia bersama Deloitte, PwC, dan Ernst & Young. Keempatnya mendominasi pasar audit perusahaan publik global serta menjadi penasihat strategis bagi banyak korporasi multinasional.
Jejak Sejarah KPMG: dari Firma Lokal ke Jaringan Dunia
Nama KPMG berasal dari inisial empat tokoh penting dalam perkembangan industri akuntansi internasional. Mereka yakni Piet Klynveld, William Barclay Peat, James Marwick, dan Reinhard Goerdeler.
Sejarah organisasi ini bermula dari sejumlah firma akuntansi yang berdiri pada akhir abad ke-19 di berbagai negara. Pada 1870, William Barclay Peat mendirikan firma akuntansi di London yang kemudian berkembang pesat.
Di Amerika Serikat, James Marwick mendirikan firma akuntansi di New York yang menjadi pemain penting di pasar audit perusahaan besar. Sementara itu di Eropa, Piet Klynveld mendirikan firma akuntansi di Amsterdam pada 1917 yang kemudian memperluas operasinya ke berbagai negara di kawasan tersebut.
Proses konsolidasi besar terjadi pada 1979 ketika sejumlah firma Eropa membentuk jaringan Klynveld Main Goerdeler (KMG). Langkah ini menjadi fondasi integrasi global yang lebih luas.
Tonggak penting berikutnya terjadi pada 1987 ketika KMG bergabung dengan Peat Marwick International. Merger tersebut melahirkan organisasi global baru bernama KPMG, yang menjadi salah satu penggabungan terbesar dalam sejarah industri akuntansi dunia.
Sejak saat itu KPMG terus berkembang menjadi jaringan konsultan global dengan klien yang mencakup perusahaan multinasional, institusi keuangan besar, hingga lembaga pemerintah.
Perjalanan Karier Gary Wingrove
Di tengah organisasi global yang sangat besar itu, Gary Wingrove muncul sebagai figur yang dinilai mampu memimpin KPMG ke tahap berikutnya.
Wingrove merupakan eksekutif senior yang telah menghabiskan lebih dari 25 tahun karier profesionalnya di KPMG. Ia dikenal memiliki pengalaman kuat dalam bidang corporate finance, valuasi perusahaan, advisory transaksi, serta merger dan akuisisi (M&A).
Kariernya semakin menonjol ketika ia dipercaya memimpin KPMG Australia sebagai CEO. Jabatan tersebut dipegangnya selama hampir delapan tahun.
Selama masa kepemimpinannya, KPMG Australia memperluas layanan konsultansi sekaligus memperkuat peran perusahaan dalam sektor teknologi dan transaksi korporasi. Keberhasilan tersebut membuat Wingrove kemudian ditunjuk sebagai Chief Operating Officer (COO) KPMG International pada 2022.
Peran Kunci di Tingkat Global
Sebagai COO global, Wingrove memegang tanggung jawab penting dalam mengelola operasional jaringan KPMG di seluruh dunia.
Ia juga menjadi bagian dari Global Management Team, yakni tim pimpinan yang menentukan arah strategi organisasi internasional tersebut.
Dalam perannya, Wingrove mendorong sejumlah agenda strategis. Di antaranya memperkuat integrasi antar firma anggota di berbagai negara, meningkatkan investasi dalam teknologi digital dan analitik data, serta mengembangkan layanan konsultansi berbasis kecerdasan buatan.
Selain itu, ia juga berfokus pada peningkatan efisiensi operasional di tingkat global. Strategi tersebut dinilai penting untuk menjawab perubahan besar yang sedang terjadi di industri jasa profesional.
Digitalisasi, otomatisasi proses audit, serta meningkatnya permintaan terhadap layanan transformasi bisnis membuat firma konsultan global harus beradaptasi dengan cepat.
Dipilih sebagai Kandidat CEO Global
Pada awal 2026, dewan global KPMG menetapkan Gary Wingrove sebagai kandidat CEO global berikutnya. Dalam proses seleksi internal yang melibatkan firma anggota dari berbagai negara, Wingrove berhasil mengungguli kandidat lain, termasuk pimpinan KPMG Inggris.
Apabila resmi menjabat pada September 2026, ia akan memimpin organisasi dengan lebih dari 275.000 tenaga profesional yang beroperasi di lebih dari 140 negara serta menghasilkan pendapatan tahunan sekitar 40 miliar USD.
Tugas tersebut tidak ringan. Industri konsultansi global saat ini sedang menghadapi perubahan besar. Mulai dari pemanfaatan kecerdasan buatan hingga meningkatnya pengawasan regulator terhadap firma audit besar.
Tantangan Industri dan Masa Depan KPMG
Transformasi teknologi menjadi salah satu tantangan terbesar bagi industri jasa profesional saat ini. Otomatisasi dan kecerdasan buatan mulai mengubah cara audit dilakukan, sekaligus membuka peluang layanan konsultansi baru.
Selain itu, regulator di berbagai negara juga semakin memperketat pengawasan terhadap firma audit besar, terutama terkait independensi dan kualitas layanan.
Dalam konteks tersebut, kepemimpinan baru di KPMG akan memainkan peran penting dalam menentukan arah perusahaan di masa depan.
Dengan pengalaman panjang di bidang transaksi korporasi dan operasional global, Gary Wingrove dipandang sebagai figur yang memiliki kapasitas untuk membawa KPMG menghadapi perubahan tersebut.
Jika pengangkatannya resmi berlaku pada 2026, ia akan memimpin salah satu jaringan konsultan terbesar di dunia di tengah persaingan ketat industri Big Four dan transformasi besar yang sedang berlangsung dalam ekonomi global.




