Tegaskan Tak Ada Kesepakatan Damai, Trump Desak Iran Menyerah Total

JAKARTA, KBKNEWS.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuntut Iran menyerah tanpa syarat di tengah berlanjutnya serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menegaskan tidak akan ada kesepakatan damai dengan Iran selain penyerahan total. Ia juga menyatakan Iran harus memilih pemimpin baru yang dapat diterima oleh Washington.

“Tidak akan ada kesepakatan dengan Iran kecuali penyerahan tanpa syarat,” tulis Trump.

Ia menambahkan bahwa setelah Iran memiliki pemimpin yang “hebat dan dapat diterima”, AS bersama sekutunya siap membantu memulihkan ekonomi negara tersebut agar menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

Konflik yang kini memasuki pekan kedua itu terjadi setelah pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan gabungan AS dan Israel.

Hingga kini belum jelas siapa yang akan menggantikan posisi tersebut.
Gedung Putih memperkirakan operasi militer terhadap Iran dapat berlangsung sekitar empat hingga enam minggu.

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan tujuan utama operasi itu adalah melemahkan kemampuan militer Iran, termasuk menghancurkan armada lautnya.

Trump juga menegaskan tidak ingin Iran dipimpin oleh tokoh yang dianggap radikal atau bermusuhan dengan Amerika Serikat. Ia bahkan mengindikasikan ingin terlibat dalam menentukan siapa pemimpin Iran selanjutnya.

Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan telah berbicara melalui telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Dalam percakapan tersebut, Putin menyampaikan belasungkawa atas korban tewas akibat serangan AS–Israel dan menyerukan agar konflik segera dihentikan melalui jalur diplomatik.

Sementara itu, perang semakin meluas di kawasan Timur Tengah. Kelompok Hizbullah yang didukung Iran melancarkan serangan ke Israel dari Lebanon, yang kemudian dibalas dengan serangan udara Israel ke Beirut.

Serangan balasan Iran juga dilaporkan menargetkan sejumlah negara yang menjadi lokasi pangkalan militer AS di kawasan, termasuk Qatar, Bahrain, Yordania, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here