Kasad Tegaskan Tak Ada Surat Telegram Panglima TNI Perintahkan Siaga 1

JAKARTA, KBKNEWS.id – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan pihaknya tidak menerima surat telegram dari Panglima TNI yang memerintahkan status Siaga 1 bagi seluruh jajaran TNI.

Pernyataan tersebut disampaikan Maruli menanggapi beredarnya informasi mengenai dokumen yang diklaim sebagai telegram Panglima TNI berisi instruksi peningkatan kesiapsiagaan militer.

Menurut Maruli, TNI Angkatan Darat tidak menerima surat telegram yang menetapkan status siaga tersebut.

Isu mengenai status Siaga 1 sebelumnya mencuat setelah beredar dokumen yang disebut berisi instruksi Panglima TNI kepada seluruh jajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Informasi itu juga dikaitkan dengan dinamika konflik di kawasan Timur Tengah serta pertimbangan situasi keamanan nasional.

Menanggapi perbedaan informasi yang beredar, Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menilai komunikasi internal di lingkungan TNI perlu diperjelas agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat.

“Kalau memang ada perbedaan penjelasan seperti yang muncul di publik, sebaiknya koordinasi di internal TNI diperbaiki. Jangan sampai informasi yang keluar justru membingungkan rakyat,” kata TB Hasanuddin, Minggu (8/3/2026), dikutip kompas.com.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah sebelumnya menjelaskan bahwa instruksi terkait kesiapsiagaan merupakan bagian dari upaya menjaga kemampuan operasional TNI.

Ia menegaskan bahwa sesuai amanat Undang-Undang TNI, salah satu tugas pokok TNI adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here