Pamer Kekuatan Nuklir, Kim Jong Un Ajak Putrinya Pantau Uji Coba 12 Peluncur Roket Raksasa

Kim Jong Un dan putrinya mengawasi langsung latihan tempur besar-besaran. (Foto: KNCA)

Jakarta, KBKNews.id – Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, kembali memicu ketegangan regional setelah mengawasi langsung latihan tempur besar-besaran. Aksi ini melibatkan selusin peluncur roket presisi tinggi pada Sabtu (24/3/2026) waktu setempat.

Dalam aksi unjuk kekuatan ini, Kim tidak datang sendirian. Ia didampingi oleh putri remajanya, Kim Ju Ae, yang kini semakin sering muncul dalam agenda militer strategis negara tersebut.

Laporan dari kantor berita resmi pemerintah, Korean Central News Agency (KCNA), menyebutkan unit artileri jarak jauh dari Tentara Rakyat Korea mengerahkan dua kompi artileri bersenjatakan 12 peluncur roket multipel 600mm. Senjata ini diklaim memiliki kemampuan ultra-presisi dan dapat mengangkut hulu ledak nuklir taktis.

Akurasi Sempurna di Laut Timur

Uji coba ini dilakukan hanya berselang sehari setelah Jepang dan Korea Selatan menyuarakan kekhawatiran atas rentetan peluncuran rudal balistik dari Pyongyang. Dalam latihan tersebut, roket-roket ditembakkan dalam satu gelombang salvo yang terkoordinasi dan berhasil menghantam target pulau di Laut Timur sejauh 364 km.

Otoritas setempat menyatakan tingkat akurasi serangan mencapai “100 persen”. Para ahli menilai penggunaan 12 peluncur sekaligus dalam satu waktu menunjukkan peningkatan kemampuan koordinasi serangan salvo yang lebih besar dibandingkan demonstrasi militer sebelumnya. Hal ini dimaksudkan untuk membuktikan Korea Utara mampu melumpuhkan sistem pertahanan udara lawan melalui kepadatan serangan.

Pesan Keras untuk Seoul dan Washington

Kim Jong Un tidak menutupi fakta latihan ini adalah pesan ancaman bagi musuh-musuhnya. Terutama pasukan Korea Selatan dan Amerika Serikat yang ditempatkan di wilayah tersebut. Ia menegaskan jangkauan serangan roket ini mencapai 420 km, cukup untuk menjangkau pangkalan-pangkalan penting di Korea Selatan.

“Jika senjata ini digunakan, infrastruktur militer lawan di dalam jangkauan serangannya tidak akan pernah bisa selamat,” ujar Kim Jong Un sebagaimana dikutip dari KCNA.

Lebih lanjut, Kim memberikan klaim berani mengenai kecanggihan teknologinya.

“Di seluruh dunia, tidak ada senjata taktis yang mampu melampaui performa sistem persenjataan ini,” tambahnya.

Respons terhadap Tekanan Global dan Analisis Geopolitik

Latihan tempur ini merupakan reaksi keras Pyongyang terhadap latihan militer gabungan AS-Korea Selatan bertajuk Freedom Shield yang dijadwalkan berlangsung hingga 19 Maret mendatang. Korea Utara kerap menganggap latihan rutin sekutu tersebut sebagai persiapan invasi ke wilayah mereka.

Analisis menarik datang dari Leif-Eric Easley, seorang profesor di Universitas Ewha, Seoul. Ia menilai Kim Jong Un kemungkinan besar sedang mengambil pelajaran dari operasi militer AS dan Israel terhadap Iran belakangan ini.

Easley mencatat setelah Amerika menunjukkan kemampuannya menenggelamkan sebagian besar angkatan laut Iran hanya dalam waktu sepekan, rezim Kim berusaha membuktikan mereka dapat memberikan “kerusakan yang tidak dapat diterima” jika kekuatan laut mereka diserang. Dengan mengaburkan batasan antara sistem artileri tradisional dan rudal balistik berpemandu, Korea Utara ingin menunjukkan mereka memiliki kemampuan serangan balik yang fatal dan sulit dicegat.

Kehadiran Kim Ju Ae dalam momen krusial ini juga kembali memicu spekulasi internasional. Berjalan di antara truk peluncur hijau zaitun dan menyaksikan kepulan asap putih dari roket yang meluncur simultan, gadis13 tahun itu kian memperkuat dugaan yang selama ini beredar. Kim Ju Ae sedang dipersiapkan sebagai pewaris takhta kepemimpinan Korea Utara di masa depan.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here