Ketegangan Memuncak, Garda Revolusi Iran Incar Nyawa Netanyahu di Pekan Ketiga Perang

orps Garda Revolusi Iran (IRGC) secara terbuka menyatakan sumpah untuk memburu dan menghabisi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (Foto: aa.com.tr)

Jakarta, KBKNews.id – Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki fase yang semakin personal dan membahayakan. Memasuki pekan ketiga perang besar melawan blok Amerika Serikat (AS) dan Israel, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) secara terbuka menyatakan sumpah untuk memburu dan menghabisi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Pernyataan keras ini muncul menyusul gelombang serangan udara mematikan dari pihak sekutu yang merenggut nyawa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta Komandan IRGC, Mohammad Pakpour. Kehilangan dua pilar utama kepemimpinan Teheran tersebut memicu gelombang amarah besar di internal militer Iran.

Mengejar “Pembunuh Anak-anak”: Target Utama Teheran

Melalui saluran resmi kantor berita IRNA yang diunggah di platform media sosial X, militer Iran menegaskan fokus utama mereka saat ini adalah melenyapkan pemimpin tertinggi pemerintahan Israel tersebut. Teheran menjuluki Netanyahu sebagai sosok yang bertanggung jawab atas jatuhnya korban sipil dalam konflik ini.

“IRGC bersumpah untuk mengejar dan menghabisi ‘pembunuh anak-anak’ Netanyahu jika ia masih hidup,” bunyi pernyataan tegas Garda Revolusi Iran sebagaimana dikutip dari laporan CNBC, Minggu (15/3/2026).

Ancaman ini muncul di tengah misteri yang menyelimuti kondisi kesehatan dan keberadaan Netanyahu. Kabar mengenai kemungkinan kematian sang Perdana Menteri sempat beredar luas pasca-serangan balasan Iran beberapa waktu lalu. Isu ini kian menguat setelah sebuah video pidato Netanyahu dicurigai merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) karena terlihat memiliki enam jari pada salah satu tangannya.

Serangan Israel Menyasar Pusat Inovasi dan Intelijen Iran

Di sisi lain, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim telah berhasil melumpuhkan titik-titik krusial pertahanan Iran. Dalam operasi akhir pekan ini, IDF menyatakan telah mengeleminasi dua pejabat senior intelijen dari Komando Darurat Khatam Al-Anbiya.

Tidak berhenti di situ, serangan udara sekutu juga dikabarkan telah menghancurkan fasilitas strategis milik Iran. Di antaranya pusat penelitian utama Badan Angkasa Luar Iran serta pabrik yang memproduksi sistem pertahanan udara. Israel menegaskan operasi ini bertujuan untuk mencopot kekuatan teknologi dan pertahanan musuh dari akarnya.

Hujan Rudal di Jantung Israel

Iran merespons gempuran tersebut dengan meluncurkan rentetan rudal yang menargetkan berbagai wilayah di Timur Tengah, termasuk wilayah tengah Israel. Meskipun sirene peringatan udara terus meraung di jantung kota, layanan darurat Israel memberikan kabar terkini mengenai dampak hantaman rudal tersebut.

Sejauh ini, otoritas keamanan Israel melaporkan serangan terbaru dari Iran tersebut tidak menimbulkan korban luka maupun korban jiwa yang teridentifikasi. Namun, peningkatan frekuensi serangan rudal menunjukkan Teheran masih memiliki taring untuk memukul balik meskipun beberapa infrastruktur militer mereka dilaporkan hancur.

Ketegangan yang kian meruncing ini menandakan perang tidak lagi hanya terjadi di medan tempur terbuka. Perang kini telah bergeser menjadi perburuan tingkat tinggi terhadap simbol-simbol kepemimpinan kedua negara.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here