
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump geram juga terhadap China dan mengatakan ia telah berkirim surat kepada Presiden China Xi Jinping agar tidak memasok senjata ke Iran.
Hal itu terungkap dalam wawancara Presiden Trump dengan Fox Business Network yang dikutip CNNI, Rabu (14/4).
Tidak diketahui pasti kapan surat dari Prsiden Trump itu dilayangkan kepada Presiden Xi Jinping kala AS dan Iran masih berperang sejak 28 Feb. lalu dan kini tengah dalam gencatan senjata demi mengupayakan perundingan damai yang masih juga mandek.
Pembicaraan kedua antara delegasi AS dan Iran yang dimediasi Pakistan kemungkinan akan digelar lagi dalam pekan ini walau sejauh ini belum dikonfirmasi kepastiannya setelah perundinga pertama di Islamabad, Sabtu lalu (11/4) gagal mencapai kesepakatan.
Trump tidak menjelaskan kapan surat itu dikirim, namun pekan lalu, ia sempat mengancam akan mengenakan tarif sebesar 50 persen terhadap negara mana pun yang memasok senjata ke Iran.
Dugaan dukungan China makin santer misalnya terkait citra satelit untuk memandu serangan rudal Iran ke sasaran fasilitas militer AS di negara-negara Teluk dan Israel, juga kemungkinan rudal darat ke udara yang merontokkan sebuah pesawat tempur AS, Strike Eagle F-15E pekan lalu.
Konflik AS dan Iran kembali memanas setelah Presiden Trump memerintahkan blokade atas Selat Hormuz dan membersihkan ranjau laut yang dipasang Iran di selat sempit alur lalu-lalang tanker pengangkut minyak yang diproduksi di kawasan itu.
Sebaliknya, Iran juga tidak gentar atas ancaman AS dan balik mengancam akan menyerang negara-negara Teluk yang mendukung AS dan menjaadi lokasi pangkalan militer dan industri perminyakan AS.
Harga minyak mentah sempat membubung tinggi, meliwati 100 dolar AS per barel di tengah eskalasi konflik antara Iran melawan koalisi AS dan Israel, dan terus berfluktuasi mengikuti tren antara berlanjutanya konflik dan munculnya asa perdamaian. (CNN/FBN/ns)




