Kapal Bantuan Global Sumud Flotilla Dicegat Israel Meski Masih Jauh dari Gaza

JAKARTA, KBKNEWS.id – Upaya pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza kembali menghadapi hambatan serius, yakni Armada Global Sumud Flotilla (GSF) dilaporkan dicegat oleh militer Israel.

Kapal dicegat saat masih berada jauh dari wilayah tujuan, tepatnya di perairan internasional dekat Pulau Kreta, Yunani.

Pencegatan ini memicu perhatian karena terjadi sekitar 600 mil laut dari Gaza. Artinya, kapal-kapal tersebut masih berada di perairan bebas dan belum memasuki zona yang selama ini dikaitkan dengan blokade.

Dilansir Republika.co.id, para aktivis di atas kapal menggambarkan situasi yang menegangkan. Mereka menyebut kapal-kapal tempur dan perahu taktis mendekat, sementara drone terus berputar di udara sambil menyorotkan cahaya ke arah armada.

Melalui komunikasi radio, militer Israel disebut memberikan peringatan agar perjalanan dihentikan. Selain tekanan fisik, para relawan juga mengaku mengalami gangguan psikologis, termasuk suara keras yang dipancarkan melalui kanal komunikasi darurat hingga mengacaukan koordinasi.

Dari total puluhan kapal yang tergabung dalam misi ini, setidaknya 11 kapal dilaporkan hilang kontak. Beberapa di antaranya diduga telah dikuasai, dengan lebih dari seratus aktivis yang berada di dalamnya kini dalam kondisi tidak diketahui secara pasti.

Perwakilan GSF dari Indonesia menyampaikan bahwa terdapat tindakan intimidatif selama pencegatan, termasuk ancaman terhadap para relawan. Sejumlah saksi juga melaporkan adanya perlakuan keras saat proses penghentian kapal berlangsung.

Koalisi Global Peace Convoy Indonesia menilai insiden ini sebagai pelanggaran hukum internasional, mengingat pencegatan dilakukan di luar wilayah konflik dan terhadap armada sipil yang membawa misi kemanusiaan.

Meski menghadapi tekanan, pihak flotilla menegaskan tidak akan menghentikan perjalanan. Mereka berkomitmen melanjutkan misi untuk menyalurkan bantuan bagi warga Gaza.

Seruan kepada komunitas internasional pun disampaikan agar segera mengambil langkah untuk melindungi armada kemanusiaan dan memastikan keselamatan para relawan, termasuk relawan dari Dompet Dhuafa, di tengah situasi yang kian memanas.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here