
ANCAMAN Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menyerang habis-habisan Iran sehingga negeri itu kembali ke “zaman batu’, belum dilakukan, namun insiden militer skala kecil telah berlangsung.
Pesawat pesawat tempur AS seperti dilaporkan oleh CNN (8/5) melancarkan serangan ke sejumlah fasilitas militer Iran setelah tiga kapal perangnya diserang oleh belasan kapal cepat berpeluru kendali Iran saat melintasi Selat Hormuz.
Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyebut fasilitas militer Iran yang diserang a.l. situs peluncuran rudal, drone, dan kapal-kapal kecil yang digunakan untuk menyerang kapal perang AS.
“AS tanpa memprovokasi mencegat serangan Iran dan meresponsnya dengan serangan untuk membela diri ketika kapal perusak rudal kendali Angkatan Laut AS melintasi Selat Hormuz menuju Teluk Oman pada 7 Mei,” ungkap CENTCOM dalam pernyataannya.
Diluncurkan CENTCOM menambahkan, fasilitas Iran yang dimaksud mencakup “lokasi peluncuran rudal dan drone, pusat komando dan kendali, serta node intelijen, pengawasan, dan pengintaian.”
Menurut CENTCOM, Iran meluncurkan sejumlah rudal, drone, dan kapal kecil ketika USS Truxtun (DDG-103), USS Rafael Peralta (DDG-115), dan USS Mason (DDG-87) melintasi jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.
Presiden Trump memperingatkan Iran agar tidak meningkatkan ketegangan dan segera menandatangani kesepakatan. “Kami akan menghantam mereka jauh lebih keras dan jauh lebih brutal di masa depan jika mereka tidak segera menandatangani kesepakatan mereka!” tulis Trump di Truth Social.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada CNN bahwa serangan militer oleh AS dilakukan di beberapa lokasi, termasuk Bandar Abbas dan Pulau Qeshm.
Serangan udara AS
Sementara itu, juru bicara angkatan bersenjata Iran mengatakan, serangan udara AS menghantam wilayah sipil di sepanjang pesisir Pulau Qeshm, Bandar Khamir, dan Sirik.
Iran juga menuduh AS melanggar gencatan senjata yang masih berlangsung dengan menargetkan kapal tanker minyak Iran yang menuju Selat Hormuz.
Teheran menyatakan telah melakukan “aksi balasan” dengan menyerang kapal perang AS di timur selat dan selatan pelabuhan Chabahar. Namun tidak diperinci apakah kapal perang AS itu mengalami kerusakan atau ditenggelamkan.
Dikutip The Jerusalem Post, Trump menyebut tiga kapal perusak AS berhasil melewati Selat Hormuz “di bawah tembakan” tanpa mengalami kerusakan.
“Tiga kapal perusak kelas dunia Amerika baru saja berhasil melintasi Selat Hormuz di bawah tembakan. Tidak ada kerusakan pada ketiga kapal itu, tetapi kerusakan berat terjadi pada penyerang Iran,” kata Trump.
Ia juga mengeklaim, kapal-kapal kecil (missile’s fast boat) Iran yang menyerang telah dihancurkan.
“Mereka dihancurkan sepenuhnya bersama banyak kapal kecil yang digunakan untuk menggantikan armada laut mereka yang telah lumpuh total,” ujarnya. Trump menegaskan, AS tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.
“Rencananya sangat sederhana. Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.
Di tengah eskalasi ketegangan, CENTCOM menekankan bahwa militer AS “tidak mencari eskalasi,” namun tetap siap melindungi pasukan Amerika dari serangan Iran.
Opsi serangan ke Iran sejauh ini belum diitinggalkan sepenuhnya oleh AS, walau pendekatan diplomatis menuju langkah damai juga terus dilakukan secara tertutup oleh kedua belah pihak. Let’s see, time will tell! (CNN/Jerusalem Post/ns)




