Penduduk Sumba Timur Belum Merdeka Dari Sisi Kesehatan

Ilustrasi/ sumbatimur.com

SUMBA TIMUR – Penduduk Sumba Timur yang masih tinggal di daerah terpencil belum merasakan kemerdekaa seutuhnya, apalagi dalam masalah kesetahan.

Rabu (17/8/2016), dr Emmanuel M Siagian mengatakan jika tempat tugasnya di Puskesmas Tanarara, sangat jauh dari perkotaan dan akses transportasi cukup susah.

“Saya bertugas di puskesmas yang tergolong sangat terpencil. Sebagian masyarakat kita belum menikmati kemerdekaan dari sisi kesehatan karena terbatasnya infrastruktur,” ungkapnya, dikutip dari Okezone.com.

Menurutnya disana tidak ada ketersediaan air bersih, listrik tidak 24 jam, apalagi untuk mencari sinyal telefon sangatlah sulit. Kondisi seperti ini dinilainya sangat menyulitkan tenaga kesehatan untuk membantu masyarakat agar tetap sehat.

Minimnya tenaga kesehatan juga menjadi masalah yang kerap terjadi, misalnya seperti ahli gizi dan kesehatan lingkungan harusnya sangat dibutuhkan bagi masyarakat di daerah terpencil.

“Beberapa perawat dan bidan melakukan tugas merangkap. Ini berpengaruh terhadap profesionalisme. Ada satu orang memegang tiga program bukan tupoksi khususnya,” lanjutnya.

Para petugas kesehatan yang sedikit harus berperan ganda, terkadang ketika ada yang mau melahirkan, petugas sedang keluar untuk melakukan tugas lapangan seperti memantau kesehatan lingkungan untuk survei gizi balita gizi buruk, ibu hamil, dan akses jamban.

“Secara tidak langsung ini berpegaruh kepada status kesehatan masyarakat,” katanya.

Karenanya, dia berharap pemerintah agar melakukan pemerataan dalam memperbaiki fasilitas pelayanan kesehatan. Baginya, masih banyak pekerjaan rumah dalam bidang kesehatan, terutama dalam hal pembenahan infrastruktur fasilitas kesehatan.

“Derajat kesehatan Indonesia juga belum sempurna, serta belum meratanya fasilitas kesehatan di daerah perkotaan dan daerah tertinggal. Oleh karena itu, mari bersama sama kita membangun dan mewujudkan Indonesia sehat,” tutupnya.

Advertisement