Tantangan Keamanan Konvoi Darat Global Sumud Flotilla

Tangkapan layar posisi relawan land convoy Global Sumud Flotilla (Foto; Ist)

KAIRO, KBKNews.id – Misi kemanusiaan internasional yang diusung oleh Global Sumud Flotilla (GSF) Land Convoy kini mendapat tantangan di jalur darat Libya. Perjalanan rombongan yang membawa bantuan logistik penting tersebut terpaksa dihentikan sementara.

Penyebabnya, ada pergerakan adangan dari faksi Milisi Haftar di jalur depan. Langkah penghentian ini diambil secara taktis oleh komando lapangan demi menjamin keselamatan dan keamanan seluruh delegasi lintas negara dari potensi eskalasi konflik fisik.

Laporan di lapangan pada Senin, (18/6/2026), situasi di sana mencekam serta minim infrastruktur komunikasi.

Salah satu perwakilan delegasi, Imam Alfaruq, mengabarkan kondisi terkini setelah melakukan rapat darurat pada pukul 01.33 dini hari waktu setempat. Tim relawan terpaksa menumpang jaringan internet dari satelit Starlink milik rekan delegasi Turki untuk dapat mengirimkan laporan ke luar.

Ketegangan kian meningkat seiring dengan ketatnya pengawasan militer di zona perimeter luar lokasi pemberhentian konvoi.

Selain ancaman keamanan dari milisi bersenjata di jalur darat, kepanikan internal sempat membayangi jalannya misi setelah ditemukan adanya beberapa individu yang menyusup ke dalam armada laut tanpa dilengkapi dokumen paspor resmi.

Menyikapi sensitivitas budaya dan norma sosial yang berlaku ketat di wilayah konflik Libya Timur, pihak panitia mengeluarkan instruksi tegas mengenai cara bersikap di lapangan.

Seluruh delegasi, terutama delegasi perempuan yang berada di sekitar area operasi, diingatkan untuk senantiasa mengenakan pakaian yang tertutup rapat. Panitia juga menegaskan agar seluruh peserta secara disiplin mematuhi arahan resmi komando guna menghindari provokasi eksternal.

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here