JAKARTA, KBKNEWS.id – Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menemui Menteri Luar Negeri RI dan Komisi I DPR RI di Jakarta, Rabu (20/5), guna mendesak langkah diplomatik cepat terkait penahanan sembilan WNI dalam misi kemanusiaan Global Ship to Gaza (GSF).
Dalam pertemuan tersebut, GPCI meminta pemerintah segera mengupayakan pembebasan para delegasi, memberikan perlindungan kepada relawan kemanusiaan, serta memastikan seluruh WNI dapat kembali ke Indonesia dengan selamat.
Ketua Pengurus Dompet Dhuafa sekaligus Dewan Pengarah GPCI, Ahmad Juwaini, mengecam tindakan pencegatan dan penahanan terhadap aktivis kemanusiaan yang tengah membawa bantuan bagi warga Gaza.
Menurutnya, misi kemanusiaan semestinya mendapat perlindungan berdasarkan hukum internasional.
“Kami meminta pemerintah Indonesia dan komunitas internasional untuk segera bertindak aktif dalam memastikan pembebasan para aktivis kemanusiaan. Jalur bantuan kemanusiaan tidak boleh dihalangi, apalagi diserang,” kata Ahmad Juwaini.
CEO Rumah Zakat sekaligus Dewan Pengarah GPCI, Irvan Nugraha, menjelaskan misi tersebut melibatkan ratusan relawan dari 50 negara dengan 72 kapal yang berangkat dari Barcelona sejak 29 April 2026. Ia menyebut puluhan kapal dicegat secara bertahap hingga sembilan WNI ikut ditahan.
“Pada tanggal 30 April 2026 lalu, 22 kapal di perairan Yunani di-intercept. Lalu tanggal 18 Mei 2026 kemarin, 40 kapal kembali di-intercept,” ujar Irvan.
Anggota Komisi I DPR RI Budi Djiwandono mengatakan DPR telah berkoordinasi dengan Menteri Luar Negeri untuk membahas langkah pemulangan para WNI.
“Kami akan berupaya agar saudara-saudara kita bisa kembali dengan selamat,” ucapnya.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menambahkan pihaknya juga membuka komunikasi dengan jaringan internasional guna mengupayakan jalur kepulangan para relawan.





