
FILM seri animasi kartun “Masha dan Beruang” yang banyak digemari anak-anak balita di seantero jagat termasuk di Indonesia dilarang tayang di sejumlah negara dengan berbagai alasan.
Anggota parlemen Ukraina, Yaroslav Yurchyshyn seperti dilaporkan CNN (22/5), meminta serial kartun asal Rusia-negara tetangga yang melakukan invasi sejak 24 Feb. 2022- tersebut dilarang tayang di Ukraina.
Alasan Yurchyshyn, kartun Masha dan Beruang mengandung narasi propaganda Rusia, seteru Ukraina yang tak bisa disembunyikan bahkan lewat terjemahan bahasa Ukraina.
Oleh sebab itu, demi menghindarkan anak-anak Ukraina dari propaganda Rusia, ia menyerukan pelarangan “Masha and the Bear” dan menyerukan sanksi terhadapnya.
“Kartun adalah bidang sangat luas di mana Rusia masuk untuk memengaruhi pikiran anak-anak. Orang tua seringkali tidak memperhatikan yang ditonton anak-anak di Youtube. Kita harus membersihkannya dari konten Rusia dan mendorong produk kita sendiri,” kata Yurchyshyn, seperti dikutip UNN.
Kepolisian Nasional Ukraina juga mengonfirmasi adanya kemungkinan propaganda Rusia dalam serial kartun “Masha and the Bear”.
Polisi menyatakan sumber resmi kartun mengarah ke jejaring sosial VK, yang diblokir di Ukraina, dan situs web tersebut dihosting di domain Rusia.
Ukraina adalah negara utama yang secara resmi melarang dan mengajukan sanksi terhadap kartun animasi Masha and the Bear.
Negara yang memboikot
Selain Ukraina, beberapa negara sempalan Uni Soviet dan negara Barat tidak sepenuhnya melarang secara hukum, tetapi melakukan pemboikotan, pembatasan tayangan, atau melakukan debat politik yang ketat untuk mencekal kartun ini.
Berikut adalah rincian negara dan alasan di balik penolakan kartun Masha and the Bear:
1. Ukraina
Pemerintah dan Kementerian Kebudayaan Ukraina secara resmi mendukung pengenaan sanksi dan pelarangan penayangan Masha and the Bear di stasiun televisi serta platform streaming mereka.
Alasannya: Kartun buatan studio Animaccord yang berbasis di Moskow ini dinilai sebagai bagian dari alat propaganda Kremlin. Keuntungan finansial dari hak siar kartun tersebut juga dianggap mengalir ke anggaran negara Rusia, yang secara tidak langsung mendanai agresi militer ke Ukraina.
2. Negara-Negara Baltik (Estonia, Latvia, Lithuania)
Tayangan kartun “Marsha and the Bear’ tidak dilarang oleh undang-undang di negara tersebut, tetapi para pakar komunikasi, akademisi, dan media lokal secara aktif menyerukan pemboikotan.
Alasannya: Pengamat media di Estonia mengklaim kartun ini merupakan bentuk kekuatan halus (soft power) militer Rusia untuk memengaruhi psikologis anak-anak.
Karakter Beruang dianggap sebagai simbol visual negara Rusia yang digambarkan kuat, ramah, dan pelindung, sementara Masha dianggap sebagai representasi ketegasan Rusia.
Ada pula kekhawatiran atas simbol-simbol Soviet yang terkadang muncul seperti topi penjaga perbatasan NKVD (polisi rahasia sejak era Uni Soviet) yang dipakai Masha).
3. Rusia (Wacana Pembatasan)
Ironisnya, kartun ini juga sempat menuai kontroversi besar di negara asalnya sendiri, Rusia. Beberapa ilmuwan politik dan psikolog di Rusia mengusulkan adanya pembatasan tayangan.
Alasannya: Karakter Masha dinilai menunjukkan perilaku yang buruk, moody, materialistis, dan tidak menghormati orang tua (karena Masha digambarkan hidup mandiri di hutan tanpa pengawasan orang tua).
Para ahli khawatir sifat hiperaktif dan kenakalan Masha akan ditiru oleh anak-anak sehingga merusak nilai-nilai tradisional keluarga di Rusia.
4. Polandia dan Azerbaijan
Pembatasan dan diskusi mengenai pelarangan tayangan kartun ini juga sempat ramai diperdebatkan oleh otoritas penyiaran di Polandia dan Azerbaijan karena alasan dampak psikologis perilaku Masha pada anak-anak serta sentimen geopolitik regional.
Penciptanya
Masha and the Bear diciptakan oleh animator Oleg Kuzovkov dan diproduksi oleh studio Rusia, Animaccord Animation Studio, dirilis pada 2009. Ide serial ini berasal dari dongeng klasik Rusia berjudul sama.
Kisah di Balik Penciptaan:
Dongeng Rakyat: Cerita ini diadaptasi dari dongeng tentang seorang gadis kecil yang tersesat di hutan dan terpaksa melayani seekor beruang galak sebelum akhirnya berhasil melarikan diri.
Karakter Asli:
Pembuatnya, Oleg Kuzovkov, terinspirasi menciptakan karakter Masha setelah melihat seorang gadis kecil yang sangat aktif dan periang di sebuah pantai di Kroasia pada tahun 1990-an.
Klarifikasi Legenda Urban:
Terdapat teori penggemar yang menyebutkan bahwa karakter ini dibuat untuk mengenang seorang anak yang meninggal akibat diserang beruang di sirkus.
Namun, pihak kreator telah membantah rumor ini dan menegaskan bahwa serial tersebut murni hiburan yang diangkat dari cerita rakyat.
Minimnya peran orang tua:
Kreator sengaja tidak menampilkan orang tua Masha di serial ini untuk memberikan fokus pada petualangan dan memberikan kesan mandiri kepada anak-anak.
Namanya juga karya seni. Ada yang suka, ada yang tidak. Alasanya pun berbeda-beda, bisa karena selera, pandanga dari sisi berbeda, juga dilatarbelakangi politik, persaingan usaha daan lainnya.




