Pejalan Kaki di Dubai akan Dimanjakan dengan AC Raksasa

Proyek giia-gilaan di Dubai, UEA, memasang AC raksasa sepanjang 6.500 km di jalan pejalan kaki (Gulf News)

DENGAN kekayaan dan uang apa pun bisa dilakukan, apalagi teknologinya sekarang serba memungkinkan seperti yang dilakukan penguasa kota Dubai, Uni Emirat Arab (UAE) untuk memasang AC untuk menyejukkan para pejalan kaki (Dubai Walk) di metroplitan Timur Tengah itu

Sebelumnya, Kota Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), terkenal dengan inovasinya dalam arsitektur dan perencanaan kota dan juga gedung pencakar langit tertinggi di dunia Burj Dubai (atau Burj Khalifa) setinggi 828,9 meter dengan 162 lantai.

UEA, metropolitan berpenduduk sekitar 2,62 juta jiwa, hampir separuhnya (42 persen) keturunan India, 17 persen pribumi (Emirat), 13,3 persen Pakistan, 7,5 persen Bangladesh, 9,1 persen Arab dab 10,8 persen etnis Barat.

Suhu udara terendah UEA sepanjang musim dingin antara Desember sampai Februari berkisar antara 14 dan 23 derajat C, peralihan musim Mei – September 23 sampai 39 derajat C dan musim panas antara 39 sampai 50 derajat C sehingga penduduk merasa “terpanggang”.

Hingga tahun 2026, melalui proyek ambisius seperti Dubai Walk dan Future Loop, kota ini membangun jalur pejalan kaki layang dengan fasilitas AC yang terintegrasi, memungkinkan warga berjalan kaki dengan nyaman bahkan selama puncak musim panas.

Dubai Walk
Laman Tomorrow menyebutkan, fitur utama dari integrasi AC luar ruangan di Dubai meliputi proyek Jalur Pejalan Kaki Ber-AC (Dubai Walk) yang merupakan bagian jalan setapak layang yang tertutup dan sepenuhnya ber-AC, dengan fase percontohan yang ditargetkan selesai pada 2027. Tidak diperinci berapa dana yang diperlukan untuk proyek raksasa pembangunan multi tahun itu.

Sistem pendingin ini juga memanfaatkan kecerdasan buatan untuk memantau aliran air ke dan dari fasilitas pendingin .

Melalui teknologi penyimpanan energi termal, sistem ini membantu mengurangi beban jaringan selama jam-jam di saat puncak suhu panas.

Proyek ini juga mencakup pengembangan 110 jembatan penyeberangan dan terowongan bawah tanah untuk meningkatkan konektivitas, sebagai bagian dari upaya yang lebih besar untuk meningkatkan mobilitas pejalan kaki dari 13 menjadi 25 persen pada 2040.

Akan ada jalan setapak yang indah, jalur tepi laut, jalur pedesaan dan pegunungan, serta jalan setapak di kota. Bayangkan! jalan ber-AC akan dibangun di Dubai Walk  yang panjangnya 6.500 km, walau tidak seluruhnya.

Jalan-jalan ini akan menghubungkan landmark utama seperti Burj Khalifa dan Museum Masa Depan , dengan jalan setapak layang yang menarik perhatian di dekat museum tersebut yang dinamakan Future Loop.

Untuk itu pendingin udara raksasa yang bisa membuat orang tetap dapat berjalan kaki sepanjang tahun dianggap kebutuhan penting.

“Ini adalah proyek besar dan diperkirakan akan memakan waktu lebih dari satu dekade untuk direalisasikan.

Fase percontohan berlangsung dari 2025-2027, dengan penyelesaian penuh dijadwalkan pada tahun 2040,” demikian penjelasan Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Wapres dan PM UEA serta Penguasa Dubai, ketika proyek ini diluncurkan pada 2024 lalu. (CNNI/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here