JAKARTA, KBKNEWS.id — Paus Leo XIV menegaskan bahwa konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran tidak dapat dikategorikan sebagai perang yang adil.
Menurutnya, konsep just war atau perang yang adil sudah tidak lagi relevan di tengah perkembangan senjata modern yang memiliki daya rusak sangat besar.
Pernyataan itu disampaikan Paus Leo XIV saat berbicara kepada wartawan dalam penerbangan dari Roma menuju Madrid, Spanyol, dalam kunjungan luar negeri keempat sejak memimpin Gereja Katolik.
Komentar tersebut muncul setelah Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menggunakan konsep just war untuk membela tindakan militer Washington terhadap Teheran.
“Tidak ada perang yang adil di sana,” kata Paus Leo XIV.
Ia menjelaskan bahwa teori perang yang adil berasal dari berabad-abad lalu, ketika manusia belum dapat membayangkan kemampuan senjata dan tingkat kehancuran yang dimiliki peperangan modern saat ini.
Di tengah berlanjutnya konflik, Paus Leo XIV berulang kali menyerukan penghentian perang dan mengingatkan bahwa berbagai pernyataan yang bernada provokatif berpotensi memperburuk eskalasi.
Sebelumnya, Paus juga mengkritik pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengancam bahwa “tidak akan ada peradaban yang tersisa di Iran”.
Paus menyebut pernyataan tersebut sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima.
Trump kemudian membalas dengan menyebut Paus Leo XIV sebagai sosok yang lemah dan buruk dalam urusan kebijakan luar negeri.
Menanggapi hal itu, Paus menegaskan dirinya tidak gentar dan akan terus menyuarakan penolakan terhadap perang.
Polemik tersebut turut memicu reaksi di Italia. Sejumlah pemimpin politik menyatakan dukungan terhadap seruan perdamaian yang disampaikan Paus.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni bahkan menyebut komentar Trump terhadap Paus sebagai pernyataan yang “tidak dapat diterima”.




