JAKARTA, KBKNEWS.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menanggapi aksi warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, yang menggalang dana sekitar Rp1 miliar untuk memperbaiki jalan dan Jembatan Enang-Enang yang rusak.
Pemerintah memastikan penanganan permanen terhadap jembatan tersebut tetap akan dilaksanakan sesuai program.
Sekretaris Jenderal Kementerian PU Apri Artoto mengatakan pembangunan permanen tetap menjadi prioritas karena berkaitan dengan keselamatan masyarakat.
Menurutnya, perbaikan secara swadaya dikhawatirkan tidak memenuhi standar teknis sehingga berisiko bagi pengguna jalan.
Apri juga mengimbau masyarakat agar mengutamakan keselamatan dalam setiap upaya perbaikan infrastruktur dan menghindari pekerjaan yang dapat membahayakan warga.
Sementara itu, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh telah menyelesaikan pemasangan perkuatan sementara (shoring) pada struktur jembatan. Saat ini, Jembatan Enang-Enang sudah dapat dilalui kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat dengan muatan maksimal lima ton pada siang hari. Kendaraan berat dan angkutan umum masih dibatasi demi menjaga keamanan.
Plt Kepala BPJN Aceh Zulkarnaini mengatakan pembangunan jembatan permanen telah diprogramkan pada 2027. Namun, pemerintah akan mempercepat tahap perencanaan pada 2026 agar desain dan persiapan pembangunan dapat segera diselesaikan sebelum pekerjaan fisik dimulai pada tahun depan.
Jalan dan Jembatan Enang-Enang merupakan akses utama yang menghubungkan Bireuen dengan Aceh Tengah. Infrastruktur tersebut rusak parah akibat bencana pada akhir November 2025.
Setelah sekitar enam bulan belum diperbaiki secara permanen, warga berinisiatif menggalang dana untuk memperbaiki akses tersebut agar kembali bisa dilalui.





