JAKARTA, KBKNEWS.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8/2026). Bencana tersebut menewaskan sedikitnya 132 orang, sementara lebih dari 480 lainnya mengalami luka-luka.
Sejumlah bangunan runtuh, termasuk fasilitas kesehatan, dan banyak warga dilaporkan masih terjebak di bawah reruntuhan. Tim penyelamat bersama warga terus melakukan pencarian korban.
Seperti dilaporkan Anadolu, Selasa (11/8/2026), Kota Pereira menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah. Kota tersebut berada di kawasan penghasil kopi di bagian barat Kolombia. Selain Pereira, gempa juga merusak sejumlah wilayah seperti Cali, Quibdo, Manizales, serta kawasan Valle del Cauca. Getaran gempa bahkan dirasakan hingga negara tetangga, Ekuador dan Panama, meski kerusakan di kedua negara tersebut dilaporkan relatif minim.
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella, yang baru dilantik pada Jumat (7/8), langsung menetapkan status darurat dan menyatakan akan mengawasi penanganan bencana secara langsung. Pemerintah memperkirakan sekitar 1.600 bangunan mengalami kerusakan, dengan sekitar 61 bangunan dilaporkan roboh sepenuhnya. Jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah karena proses pencarian di sejumlah lokasi terus berlangsung.
Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa terjadi sekitar pukul 07.34 waktu setempat dengan kedalaman 103 kilometer. Episentrum berada di San Jose del Palmar, wilayah Choco, sekitar 400 kilometer sebelah barat Bogota. Layanan geologi Kolombia menyebut gempa tersebut sebagai yang terkuat yang tercatat di negara itu pada abad ke-21 dan diikuti sedikitnya 21 gempa susulan.
Kerusakan parah juga terjadi pada fasilitas publik. Sejumlah rumah sakit terdampak, termasuk satu rumah sakit yang dilaporkan runtuh, sementara rumah sakit lainnya kewalahan menangani korban. Pasien dari fasilitas kesehatan yang terdampak harus dievakuasi. Operasional sejumlah bandara di Manizales, Quibdo, Armenia, Cartago, Buenaventura, dan Pereira juga dihentikan sementara untuk memastikan kondisi fasilitas dan keselamatan penerbangan.
Di Cali, kota berpenduduk sekitar dua juta jiwa, tim penyelamat dan warga bergotong royong mencari korban yang diduga masih tertimbun. Wali Kota Cali menyebut sedikitnya 19 bangunan yang runtuh dilaporkan masih memiliki orang yang terjebak di dalamnya. Sementara itu, di Manizales, salah satu menara katedral bergaya neo-Gotik dilaporkan roboh. Warga diminta tetap berada di luar bangunan untuk mengantisipasi gempa susulan.
Wilayah Choco, yang berada dekat episentrum, menjadi salah satu tantangan terbesar dalam penanganan bencana karena lokasinya terpencil dan sebagian besar wilayahnya hanya dapat dijangkau melalui jalur udara atau sungai. Gangguan jaringan komunikasi juga dilaporkan terjadi di Quibdo. Sejumlah negara dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyatakan kesiapan memberikan bantuan, sementara pemerintah Kolombia masih melakukan pendataan untuk mengetahui dampak keseluruhan gempa tersebut.





