JAKARTA, KBKNEWS.id — Keterbatasan ekonomi tidak membuat Supra Setio menyerah pada keadaan. Pemuda asal OKU Timur, Sumatra Selatan, ini membuktikan bahwa kerja keras dan kemauan belajar dapat membuka jalan menuju kehidupan yang lebih mandiri.
Sebagai anak seorang petani sederhana, Supra terbiasa menjalani kehidupan dengan penuh keterbatasan. Ia pun mengambil berbagai pekerjaan serabutan di kampung halaman demi mengumpulkan uang untuk mewujudkan keinginannya belajar menjadi barberman profesional.
Setelah berhasil mengumpulkan biaya perjalanan, Supra memberanikan diri merantau ke Yogyakarta. Namun, sesampainya di Kota Gudeg, ia menghadapi kendala baru. Biaya kursus memotong rambut profesional ternyata cukup mahal, sementara tabungannya semakin terbatas.
Harapan datang ketika Supra mengetahui Program Beasiswa Pelatihan Barber dari Institut Kemandirian (IK) Dompet Dhuafa. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, ia mengikuti seluruh proses seleksi dengan sungguh-sungguh hingga akhirnya dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa penuh.
Selama dua bulan, Supra menjalani pelatihan intensif. Ia tidak hanya belajar teknik memotong rambut, tetapi juga mendapatkan pembinaan mengenai etika, pelayanan pelanggan, karakter, hingga manajemen bisnis barber.
Perjuangan tersebut tidak selalu mudah. Belum memiliki penghasilan tetap, Supra harus berhemat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meski menghadapi berbagai kesulitan, ia memilih tetap fokus menyelesaikan pelatihan dan tidak ingin membebani orang tuanya di kampung.
Ketekunan Supra akhirnya membuahkan hasil. Setelah lulus dari Institut Kemandirian, keterampilannya membawanya diterima bekerja di Arfa Barber Parangtritis, Yogyakarta. Kini, Supra telah memiliki penghasilan tetap dan mampu hidup lebih mandiri di tanah rantau.
Namun, ia tidak ingin berhenti sampai di sini. Supra menyimpan cita-cita untuk kembali ke OKU Timur dan membuka barbershop sendiri.
“Saya ingin membanggakan orang tua dan membuka lapangan kerja bagi anak-anak muda di kampung halaman yang mungkin bernasib sama seperti saya dulu,” tutur Supra.
Kisah Supra menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah akhir dari sebuah perjuangan. Dengan kesempatan mendapatkan pendidikan vokasi, kemauan belajar, dan kerja keras, seseorang dapat mengubah keterbatasan menjadi jalan menuju kemandirian.
Melalui semangat Grow With Us, Institut Kemandirian Dompet Dhuafa terus menghadirkan akses pelatihan vokasi bagi masyarakat kurang mampu agar mereka memiliki keterampilan, pekerjaan, dan masa depan yang lebih baik.





