JAKARTA, KBKNEWS.id — Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan.
Kondisi tersebut berdampak pada kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat yang terpapar asap dan partikulat selama karhutla berlangsung.
Dompet Dhuafa menyalurkan amanah bantuan dari PT Sinar Metrindo Perkasa berupa masker KN95 kepada masyarakat terdampak di Kalimantan Barat pada Sabtu (26/9/2026). Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu melindungi masyarakat dari paparan asap selama karhutla masih berlangsung.
Penyaluran masker dilakukan di sejumlah titik, salah satunya Taman Tigulis, Kota Pontianak. Bantuan diberikan kepada masyarakat sekitar, terutama pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan masker sebagai pelindung pernapasan.
CSR Partnership Dompet Dhuafa Erlita Sari mengapresiasi kolaborasi tersebut dalam mendukung masyarakat terdampak karhutla.
“Kami mengapresiasi kerja sama dan kepedulian yang diberikan dalam mendukung masyarakat terdampak karhutla di Kalimantan. Bantuan ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi dalam merespons kebutuhan masyarakat di tengah kondisi yang masih berlangsung. Kami berharap kolaborasi dan sinergi ini dapat terus berlangsung dan menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan,” sebut Erlita.
Pada waktu yang sama, tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa melakukan monitoring di sejumlah titik karhutla yang telah menjalani proses pendinginan. Salah satunya berada di Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Tim DMC Dompet Dhuafa juga masih bersiaga di Posko Dompet Ummat untuk mendukung penanganan dan pemadaman karhutla serta memantau kondisi di sejumlah wilayah terdampak.
Melalui kolaborasi dunia usaha dan lembaga kemanusiaan, bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung masyarakat dalam menghadapi dampak karhutla sekaligus memperkuat respons kemanusiaan di wilayah terdampak.
Dompet Dhuafa melalui DMC akan terus melakukan pemantauan dan respons sesuai kondisi di lapangan serta berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam upaya penanganan dampak karhutla di Kalimantan Barat.





