Perundingan AS dan Iran Buntu

JAKARTA – (KBKNEWS) – 13/8 – NEGOSIASI antara juru runding Amerika Serikat (AS) dan Iran menemui jalan buntu lagi usai kedua belah pihak enggan menyepakati kerangka waktu (time frame) untuk melangkah ke perjanjian damai.

Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters RAbu (12/8) bahwa negosiator AS dan Iran masih berselisih mengenai upaya untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

Tidak ada progres dalam pembahasan soal time frame nota kesepahaman (MoU) damai yang ditangguhkan beberapa waktu lalu.

“Salah satu isu yang sedang dibahas via mediator adalah kembalinya AS ke perjanjian sementara dan penetapan jangka waktu untuk melaksanakan komitmen tersebut. Belum ada kemajuan sama sekali dalam masalah ini,” kata pejabat tersebut.

Pada Juni lalu, AS dan Iran menyepakati MoU damai yang menjadi jembatan untuk penghentian perang sepenuhnya.

Dalam MoU, kedua pihak sepakat untuk menghentikan “segera dan permanen” operasi militer di semua front, termasuk Lebanon. AS juga mengizinkan Iran untuk mengekspor kembali minyaknya.

Perjanjian interim atau sementara itu menyebutkan bahwa kedua pihak mesti berunding dalam waktu 60 hari untuk menyepakati perjanjian final. Durasi ini bisa diperpanjang jika disepakati bersama.

Kendati begitu, belum ada 60 hari, Presiden AS Donald Trump mengakhiri kesepakatan tersebut pada 7 Juli. Seminggu kemudian, lalu Kemenlu Iran juga menyatakan MoU damai tersebut “ditangguhkan”.

AS menuduh Iran tidak menepati janji untuk membuka kembali Selat Hormuz, sebaliknya Teheran sementara itu juga menyebut Washington ingkar soal komitmennya mencabut blokade dan mencairkan aset Iran yang dibekukan.

Setuju perpanjang MOU
Sementara itu, pejabat Pakistan sempat mengatakan kepada Anadolu bahwa AS dan Iran baru-baru ini setuju untuk memperpanjang periode 60 hari MoU damai.
Sebaliknya, menurut pejabat Iran, tak ada kesepakatan demikian.

“Tidak ada pembicaraan tentang perpanjangan karena dari perspektif Iran tidak ada periode yang dimulai dan oleh karena itu tidak ada yang perlu diperpanjang.

AS melanggar perjanjian sementara 48 jam setelah disepakati dan menarik diri darinya beberapa hari kemudian,” kata sumber tersebut.

Tarik ulur pembicaraan damai terus berlangsung antara AS dan Iran, namun saling serang terus dilancarkan oleh kedua belah pihak.

AS memanaatkan dominasi kekuatan udara dan armada lautnya untuk membombardir Iran, sebaliknya, Iran dengan stok rudal-rudal balistik dan drone kamikaze yang melimpah ruah, menyerang fasilitas dan kepentingan AS di sejumlah negara di kawasan itu.
(Reuters/CNNI/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here