
JAKARTA – (KBKNEWS) – 28/8 – ARAB Saudi menegaskan, tidak akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel sebelum negara Palestina merdeka terbentuk.
Arab Saudi seperti dilaporkan CNNI (28/8) mensyaratkan negara Palestina berdiri berdasarkan resolusi PBB tahun 1967 tentang perbatasan negara itu dan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
Menurut laporan The Wall Street Journal, Trump telah merujuk perjanjian kerja sama nuklir sipil AS-Arab Saudi ke Kongres untuk ditinjau. Namun, kesepakatan tersebut dilaporkan tidak akan berlaku jika Arab Saudi tidak bergabung dengan Perjanjian Abraham seperti yang sudah dilakukan oleh sejumlah negara Arab yang telah menormaisasi hubungan diplomatik dengan negara Yahudi itu.
“Posisi presiden tidak berubah, dan kesepakatan itu tidak akan berlanjut kecuali Arab Saudi bergabung dengan Kesepakatan Abraham,” kata seorang sumber dari pemerintahan AS.
Laporan tersebut muncul setelah Menteri Energi AS Chris Wright dan Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman menandatangani perjanjian kerja sama nuklir sipil pada bulan lalu.
Laporan mengenai kaitan perjanjian kerja sama itu dengan normalisasi hubungan Arab Saudi-Israel mendapat penolakan dari Riyadh.
Sumber Saudi yang dikutip Channel 12 Israel mengatakan Riyadh tetap mempertahankan posisi yang sama terkait hubungan diplomatik dengan Israel.
“Tidak akan ada hubungan diplomatik dengan Israel tanpa pembentukan negara Palestina merdeka dalam batas-batas tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya,” tambahnya.
Sumber tersebut menegaskan program nuklir sipil Arab Saudi tidak berkaitan dengan normalisasi hubungan dengan Israel, dikutip dari Middle East Monitor.
Menurutnya, program nuklir sipil merupakan bagian dari kemitraan strategis yang lebih luas antara Arab Saudi dan AS.
Sejumlah negara Arab sejauh ini telah menormalisasi hubungan denga negara Yahudi itu. Pertama Mesir berdasarkan perjanjian Camp David yang dimediasi oleh Amerika Serikat pada 1978, disusul oleh Jordania pada 1994 dan disusul Uni Emirat Arab, Bahrain, Maroko, lalu Sudan berdasarkan Perjanjian Abraham 2020.
Arab Saudi sendiri dilaporkan secara diam-diam berkejasama dengan Israel antara lain terkait tukar menukar informasi keamanan dan perjanjian jalur penerbangan sipil. (CNNI/WSJ/ns)



