JAKARTA, KBKNEWS.id – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa bersama Pemerintah Kabupaten Agam memperkuat pemulihan layanan kesehatan pascabencana galodo melalui reaktivasi tujuh Posyandu di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.
Hal tersebut disampaikan dalam Forum Diseminasi Program dan Penguatan Keberlanjutan Pemulihan Kesehatan Pascabencana yang digelar Kamis (27/8/2026). Forum menjadi ruang evaluasi pendampingan, mendengarkan pengalaman masyarakat, serta menyusun penguatan layanan kesehatan bersama pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan mitra.
General Manager Kesehatan Dompet Dhuafa, dr. Yeni Purnamasari, MKM, mengatakan pendampingan dilakukan selama lima bulan terhadap tujuh Posyandu di empat jorong dengan melibatkan 42 kader. Fokusnya meliputi pemulihan fungsi Posyandu, penguatan kapasitas kader, kesehatan ibu dan anak, gizi, pemantauan kelompok rentan, serta sarana kesehatan.
“Dari Mei sampai sekarang partisipasi masyarakat meningkat dari 75 menjadi 105 kehadiran. Sebanyak 140 balita terpantau status gizinya, 19 ibu hamil terpantau status gizinya, dan 135 lansia berhasil menjalani skrining kesehatan,” ujar Yeni.
Pada program pos gizi, 90 persen peserta mengalami kenaikan berat badan di atas 300 gram selama tiga bulan.
LKC Dompet Dhuafa juga memberikan antropometri kit, tensimeter, doppler, partus set, sarana Posyandu, serta buku kecakapan kader.
Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kemenkes RI, dr. Lovely Daisy, MKM, mengapresiasi pendampingan tersebut sebagai bentuk sinergi pemulihan pascabencana untuk mengembalikan layanan kesehatan dasar dan melindungi kelompok rentan.
Camat Palembayan Endrisasman menegaskan pemulihan harus berlanjut hingga sistem kesehatan masyarakat semakin tangguh dan berkelanjutan.
Sementara kader dan penerima manfaat menyampaikan pendampingan LKC Dompet Dhuafa membantu mereka kembali menjalankan Posyandu serta meningkatkan pemantauan kesehatan masyarakat.





