JAKARTA, KBKNEWS.id — Dompet Dhuafa menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem jejaring diaspora dan alumni penerima beasiswa (Beastudi) melalui inisiatif “Kongres Kemandirian”. Langkah ini dirancang untuk mengonsolidasikan kapasitas dan keahlian alumni yang tersebar di berbagai sektor strategis agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
Penguatan jaringan ini bertujuan untuk menghubungkan ribuan alumni yang kini telah menempati posisi strategis di masyarakat dan berbagai belahan dunia. Potensi dan kepakaran para alumni dinilai menjadi modal besar dalam mengakselerasi kemandirian bangsa sekaligus menyempurnakan kualitas implementasi program pemberdayaan Dompet Dhuafa.
Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini menjelasakn tiga pilar peran strategis jaringan alumni yakni yang pertama membawa kontribusi pembangunan nasional dan SDM. Kontribusi ini menghubungkan jejaring global alumni untuk mendukung pembinaan SDM unggul, termasuk membuka jalan bagi fasilitasi putra-putri terbaik bangsa menempuh pendidikan tinggi di luar negeri hingga kembali berkontribusi bagi tanah air.
Kedua, alumni diharapkan memberikan masukan strategis berbasis keahlian teknis alumni guna menyempurnakan program-program Dompet Dhuafa di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, dan dakwah-budaya.
Ketiga, alumni bisa menjaga jejaring diaspora sebagai simpul informasi cepat, penggalangan sumber daya, dan mitra operasional dalam penanganan respon darurat bencana di dalam maupun luar negeri.
“Kami sangat berharap jaringan alumni beasiswa ini memiliki peran besar dalam perbaikan dan perubahan bangsa. Di sisi lain, para alumni juga diharapkan memberikan masukan penting untuk program Dompet Dhuafa, mengingat keahlian mereka tersebar merata di lima pilar program kami,” ungkap Ahmad Juwaini di Jakarta, Sabtu (29/8/2026).
Melalui konsolidasi ini, Kongres Kemandirian diharapkan melahirkan kolaborasi berkelanjutan antara mustahik, para alumni, dan lembaga demi mewujudkan kemandirian masyarakat secara menyeluruh.





