Rindu Mengaji Terobati, TPQ Ceria Dampingi Anak Penyintas Gempa NTT di Pengungsian

JAKARTA, KBKNEWS.id — Kerinduan untuk kembali mengaji perlahan terobati bagi anak-anak penyintas gempa NTT yang kini masih tinggal di tenda pengungsian.

Melalui program TPQ Ceria, Dompet Dhuafa menghadirkan kegiatan mengaji sekaligus pendampingan psikososial di Posko Pengungsian Stadion Gelora Samador, Kota Maumere, Kabupaten Sikka.

Puluhan anak mengikuti kegiatan tersebut dengan khusyuk. Selain belajar membaca Al-Qur’an, kegiatan yang telah berlangsung selama empat hari berturut-turut itu juga diisi dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Relawan Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, Sulaiman Siska, mengatakan kegiatan keagamaan menjadi salah satu cara untuk membangkitkan kembali semangat anak-anak setelah menghadapi situasi bencana.

“Kami menyaksikan sendiri semangat adik-adik untuk terlibat dalam kegiatan keagamaan yang kami rencanakan, dan berlanjut sampai hari ini terselenggaranya kegiatan TPQ Ceria,” ujar Siska.

Salah seorang peserta, Sari, yang berasal dari Kampung Buton, mengaku rindu dengan kegiatan TPQ yang biasa diikutinya sebelum gempa.

“Senang bisa ngaji lagi,” kata Sari.

Untuk menambah semangat belajar, Dompet Dhuafa juga membagikan 40 paket hadiah berupa alat tulis dan makanan ringan kepada peserta TPQ Ceria.

Kegiatan ini rencananya terus dilanjutkan selama masa pengungsian. TPQ Ceria diharapkan menjadi ruang bagi anak-anak untuk kembali belajar dan beraktivitas, sekaligus membantu proses pemulihan semangat mereka setelah bencana.

Dompet Dhuafa berharap pendampingan tersebut dapat membantu anak-anak penyintas gempa NTT kembali ceria dan perlahan menatap masa depan.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here