Berbagai Penyakit Muncul di Pengungsian Gempa NTT, Warga Datangi LKC Dompet Dhuafa

MANGGARAI TIMUR, KBKNEWS.id – Kondisi kesehatan para penyintas bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur kian membutuhkan perhatian medis yang intensif seiring berjalannya masa tanggap darurat. Berbagai keluhan fisik mulai banyak dialami warga yang bertahan di lokasi penampungan sementara akibat keterbatasan fasilitas dan sarana hidup sehari-hari.

Berdasarkan pantauan langsung KBKNEWS.id di lapangan, Sabtu (5/9/2026) terdata sejumlah penyakit yang mendominasi pemeriksaan kesehatan di posko pengungsian. Sebagian besar gangguan kesehatan tersebut berkaitan erat dengan perubahan cuaca ekstrem, pola makan darurat, serta kondisi sanitasi di area tenda.
Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut menjadi salah satu keluhan yang paling banyak menjangkiti warga, mulai dari kalangan anak-anak hingga kelompok lanjut usia. Udara di sekitar area pengungsian yang sangat berdebu dan kering memicu iritasi saluran pernapasan secara terus-menerus.

Kondisi tersebut diperparah oleh fluktuasi suhu yang drastis di dalam tenda-tenda darurat, di mana hawa terasa sangat terik dan pengap pada siang hari, namun berubah drastis menjadi dingin menusuk saat malam tiba. Ketidakstabilan iklim mikro di dalam tempat berteduh tersebut membuat daya tahan tubuh para pengungsi melemah secara cepat.
Selain gangguan pernapasan, tim medis juga mencatat tingginya prevalensi kasus hipertensi dan dispepsia di kalangan penyintas dewasa. Pada fase awal pascagempa, lonjakan tekanan darah dan gangguan pencernaan ini dipicu oleh tingkat stres serta kecemasan tinggi akibat kehilangan tempat tinggal dan ancaman gempa susulan.

Namun seiring berjalannya waktu, pemeriksaan lebih lanjut mengungkap bahwa faktor asupan nutrisi turut andil memperparah kondisi hipertensi dan dispepsia tersebut. Ketergantungan warga pada makanan instan serta konsumsi ikan asin secara terus-menerus menyebabkan tingginya asupan natrium harian yang membebani kesehatan lambung dan sirkulasi darah.

Keluhan lain yang mendominasi antrean posko kesehatan adalah mialgia atau nyeri otot dan badan pegal-pegal di sekujur tubuh. Gangguan fisik ini timbul akibat pengungsi harus beristirahat dengan alas tidur seadanya di atas permukaan tanah atau lantai semen yang keras tanpa matras yang memadai.

Melihat kondisi tersebut, tim medis LKC Dompet Dhuafa bersama relawan kemanusiaan terus menggencarkan layanan pemeriksaan kesehatan keliling serta membagikan obat-obatan esensial langsung ke tenda-tenda warga. Selain intervensi medis, penyediaan matras tidur yang layak serta pemenuhan bahan pangan segar bernutrisi seimbang dinilai sangat mendesak guna menekan lonjakan angka kesakitan di posko pengungsian NTT.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here