GORONTALO – Gempa tektonik berkekuatan 3,4 Skala Richter (SR) mengguncang Gorontalo, Senin (22/8/2016) pukul 13:08:40 WITA, setelah dua hari lalu gempa 2,7, SR juga mengguncang wilayah ini.
Prakirawan BMKG Gorontalo Fathuri mengatakan gempa terjadi di lokasi 121.1 derajat bujur timur – 0.362 derajat lintang utara dengan kedalaman 15 kilometer. Pusat gempa berada di laut, sekitar 45 km barat daya Kecamatan Popayato atau 93 kilometer Barat Marisa.
Sementara itu titik gempa juga berada 221 kilometer barat Kota Gorontalo dan 197 kilometer Utara Poso, Sulawesi Tengah. Dua hari sebelumnya, gempa berkekuatan 2,7 SR terjadi 20 Agustus 2016 pada 122,08 BT dan 0,33 LU, dengan kedalaman 196 kilometer pada arah 23 kilometer tenggara Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato.
BMKG Gorontalo menyatakan bahwa Gorontalo merupakan salah satu daerah yang paling rawan terjadi gempa bumi. Gempa paling besar yang terjadi dalam selama September hingga Oktober, adalah yang terjadi pada 4 Oktober 2009 dengan kekuatan 5,3 SR.
Besarnya guncangan gempa yang terasa ditentukan oleh besarnya magnitude dan kedalaman pusat gempa yang terjadi. “Kadang kekuatan gempanya besar, tapi kedalamannya jauh biasanya guncangan tidak terasa, demikian juga sebaliknya,” ujar Fathuri, sebagaimana dilaporkan Antara.





