Houthi Ingatkan AS untuk tak Bantu Arab Saudi

Milisi Houthi pro Iran membombardir Riyadh dan fasilitas minyak Arab Saudi di Yanbu, Sabtu (19/9). Houthi ancam AS untuk tidak terlibat konflik, mendukung Saudi (foto: CNBC)

JAKARTA, – (KBKNEWS) – 24/9 – MILISI Houthi di Yaman mengancam akan menyerang kepentingan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah jika negara itu turun tangan membantu Arab Saudi atau berupaya menguasai Selat Bab El-Mandeb.

Penasihat militer Houthi, Abed Mohammed Al-Thawr, mengatakan kepada AFP dalam wawancara eksklusif pada Selasa (22/9/2026), intervensi militer AS dengan armada atau upaya mengambil alih Bab El-Mandeb merupakan “garis merah” yang tak boleh dilalui.

“Jika Amerika bertaruh untuk mendukung Arab Saudi dengan serangan udara atau dukungan udara,  kami akan menganggap kepentingan Amerika di sekitar kami sebagai target dan kami tidak akan mengecualikan apa pun,” ujar Thawr.

Ia menambahkan, Houthi akan menutup Bab El-Mandeb sepenuhnya bagi kapal-kapal Amerika. Sejauh ini, Houthi menyatakan ancaman di Bab El-Mandeb hanya ditujukan terhadap kapal-kapal Saudi.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Houthi melancarkan serangan pada September dan berhasil menguasai jalur pelayaran sempit Bab El-Mandeb, yang menjadi pintu masuk menuju Laut Merah dan Terusan Suez.

Di tempat terpisah, Pemimpin Houthi Yaman Abdul-Malik Al-Houthi memperingatkan Turkiye dan Pakistan, agar tidak ikut terlibat dalam konfrontasi dengan Arab Saudi.

Dalam pidato yang disiarkan televisi melalui saluran Al-Masirah yang dikelola Houthi, Al-Houthi menuduh Arab Saudi tengah mencari dukungan militer dari Turkiye dan Pakistan, seiring meningkatnya konflik di dalam Yaman serta di perbatasan Riyadh-Yaman.

Al-Houthi mendesak kedua negara tersebut untuk tidak terlibat dalam konflik, demi kepentingan politik maupun ekonomi dengan Riyadh.

Arab Saudi dilaporkan telah meminta bantuan militer dari AS dan negara-negara lain untuk menghadapi Houthi.

Houthi yang merupakan milisi proksi Iran, sebelumnya berhasil menggusur pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi dari wilayah pesisir Laut Merah hingga menewaskan ratusan orang.

Drone dan rudal Houthi pekan lalu juga menargetkan wilayah Saudi, termasuk Ibu Kota Riyadh untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun.

Arab Saudi, Pakistan dan Turkiye membentuk Pakta  Pertahanan Mekkah (MDA) ala NATO 31 Austus lalu di mana salah satu pasalnya memuat kewajiban bagi  anggotanya membantu anggota lain jika diserang pihak luar.  (AFP/kompas.com/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here