
JAKARTA – (KBKNEWS) – 30/10 – JUMLAH kasus infeksi virus Ebola terkonfirmasi dari data yang dirilis oleh pemerintah Republik Demokratik Kongo (27/10) telah melampaui 10.000 kasus,
Angka tersebut diungkapkan di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa wabah dapat menyebar ke lebih banyak negara di Afrika.
Laporan situasi terbaru dari Institut Kesehatan Masyarakat Kongo mencatat total 10.060 kasus Ebola, dengan jumlah korban meninggal akibat virus tersebut mencapai 4.887 orang.
Dikutip Reuters, wasbah ini disebabkan oleh spesies Ebola langka, yakni Bundibugyo. Wabah tersebut diumumkan pada pertengahan Mei dan kini menjadi wabah Ebola terbesar sekaligus paling mematikan yang pernah terjadi di Kongo, melampaui epidemi pada 2018-2020.
Menurut catatan, penularan virus ebola terutama terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita atau jenazah korban ebola atau papara dari hewa liar yang terinfeksi.
Berbeda dengan flu atau Covid-19, virus ebola tidak menular melalui udara, melainkan masuk ke tubuh orang sehat melaluaa lka terbuk di kulit atu selaput lendir (seperti mata, hidung atau mulut). Sejauh ini belum ditemukan kasus infeksi ebola di tanah air. (Reuters/Kompas.com/ns)



