Ketika Dompet Dhuafa FC “Bertemu” Komando FC dalam Kampanye Kurbanesia

foto Aditya KBK

JAKARTA, KBK – Gulungan awan hitam yang habis menjatuhkan air hujan masih menggelayut, namun suasana lapangan sepakbola National Youth Training Centre PSSI di Sawangan, Depok, Jawa Barat semakin riuh dengan masyarakat yang tak sabar ingin menyaksikan laga Dompet Dhuafa melawan Komando FC (Komedian, Musisi dan Atlet Indonesia) dalam laga amal sepakbola bertajuk Kurbanesia.

Rico Ceper seorang gelandang Komando FC tampak turun dari sedan silver menuju bagian belakang mobil, tanpa sungkan ia melepas batik dan menggantinya dengan seragam kesebelasan berwarna merah yang dambil dari bagasi.

Persis disebelah mobil Rico, terparkir sejak lama mobil SUV berkelir putih milik komedian Malky Bajaj. Hampir tiap 10 menit sekali Malky turun dan menanyakan kepada pihak Dompet Dhuafa kapan kick off segera dimulai, semangat Malky begitu berkobar.

Tak lama berselang, Vincent tiba di lapangan dengan terburu-buru karena datang terlambat. Menjelang pukul 4 sore peluit tanda dimulaiya pertandingan akhirnya ditiup wasit. Para pemain pun lebih banyak tertawa riang dari pada adu sikut, irama permainan mengalir santai meski tetap sportif.

Selain Malky, Rico Ceper dan Vincent, selebritis lain yang tampak ikut berpartisipasi membela Komando FC juga ada Bedu dan mantan atlet pebulu tangkis nasional Taufik Hidayat dan beberapa pekerja seni lainnya.

Sorak sorai penonton pecah dimenit 15 ketika Komando FC berhasil merobek gawang Dompet Dhuafa FC, tak lama berselang lagi-lagi Komando FC mampu menjebol gawang lawan.

Meski tertinggal dua angka namun Yogi selaku penyerang sekaligus Kapten Dompet Dhuafa FC tetap mampu menyuntikan semangat ke para rekannya. Hal itu terbukti ketika hendak mendekati waktu turun minum,Yogi berhasil mengoyak jaring gawang Komando FC setelah menerima umpan dari sayap kanan.
Di babak kedua permainan masih didominasi oleh Komando FC, tak henti-hentinya Dompet Dhuafa FC harus menahan serangan yang datang bertui-tubi. Karena pemain lebih banyak dibintangi oleh para komedian, tak jarang komentar yang dibalut celetukan-celetukan lucu dari penonton terdengar sambil sesekali menyemangati.

Kendati pemain berlatar belakang dari ranah hiburan, namun mereka tetap lihai dan gesit memainkan bola tanpa rasa lelah dengan koordinasi yang bagus. Malky selaku bintang lapangan yang di elu-elu kan penonton pun dengan ramah selalu menyapa penonton yang berdiri di pinggir lapangan dengan candaan khas anak muda kekinian.

Mendekati menit ke 75 kejadian konyol terjadi ketika penjaga gawang Komando FC melakukan blunder yang berakhir dengan gol bunuh diri. Hingga masuk masa perpanjangan waktu Dompet Dhuafa FC masih tak mampu membalas serangan hingga pertandingan berakhir dengan skor 4-2 untuk Komando FC.

Dengan nafas terengah-engah dan keringat yang mengucur deras Taufik Hidayat selaku pembina Komando FC mengelap handuk putihnya ke bagian kening dan leher belakang. Hal serupa juga terjadi dengan pemain lainnya.

Menurut Bambang Suherman Direktur Mobilisasi Zakat, Infak dan Sedekah Dompet Dhuafa Filantropi tujuan di adakannya pertandingan itu sendiri tak lain untuk mengampanyekan dan mensosialisasikan program kurbanesia kepada masyarakat.

“Ini pertandingan persahabatan tapi sebenarnya bagian dari rangkaian kampanye kami untuk megajak masyarakat berkurban, dalam hal ini kami menggandeng kalangan selebritis untuk terlibat dalam kampanye kurbanesia. Kami berharap mereka dapat ikut mengkampanyekan kurbanesia dan mengajak lebih banyak masyarakat untuk berkurban,” ucap Bambang (28/08/16).

Rico Ceper gelandang Komando FC yang mengikuti laga pertandingan hingga akhir mengaku senang dilibatkan dalam kampanye program Kurbanesia Dompet Dhuafa. Dengan wajah riang meski telah merumput selama 90 menit Rico secara pribadi mengjak segenap umat muslim untuk berkurban.

“Program kampanye dengan sosialisasi semacam ini sangat bagus, apalagi saya seorang muslim, jadi kalau bukan kita siapa lagi yang dapat mengajak sesama muslim untuk berkurban,” kata Rico.

Menurut Rico program Kurbanesia juga dapat menumbuhkan rasa syukur terlebih sebagai pekerja seni dan hiburan dirinya telah merasa dimampukan dan diberi rezeki berlebih.

“Kadang kita dikalangan pekerja seni dan hiburan selalu mengeluh, padahal kita sudah beruntung diberi hidup yang lebih baik dan dimampukan. Nah, kelebihan itu kenapa tidak kita bagi k sesama dalam program Kurbanesia ini,” jelas Rico.

Hal senada juga diungkapkan Vincent, Sekjen Komando FC. Ia mengatakan dengan adanya program Kurbanesia diharapkan daging kurban dapat menyebar hingga seluruh pelosok tanah air utamanya menjangkau kalangan dhuafa yang jarang mengonsumsi daging.

“Saya berharap Kurbanesia dapat merambah pelosok, karena saya dengar ada satu daerah yang warganya belum pernah makan daging. Saya harap Kurbanesia dapat membantu mereka,” tutup Vincent.

Menjelang matahari terbenam kedua kesebelasan mulai berkemas, Dompet Dhuafa FC pun selaku tuan rumah membersihak dan memungut ceceran gelas plastik air mineral yang sempat bertebaran di pinggir lapangan. Mereka pun meninggalkan lapangan ketika adzan magrib berkumandang.

Advertisement