Kini, Surabaya Termasuk Berpotensi Gempa

ilusrasi/ist

SURABAYA – Anggapan Surabaya aman dari gempa dan tsunami berubah ketika Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperbarui peta bahaya gempa pada akhir Mei 2016, yang mencatat terdapat titik sumber gempa baru yang melintasi Surabaya, yakni Sesar (Patahan) Kendeng.

Menurut pakar geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Amien Widodo, Sesar Kendeng berada di utara Flores. Patahan tersebut memanjang ke arah barat hingga melintasi Selat Madura, Surabaya, Gresik, Mojokerto, Bojonegoro, dan Jawa Tengah.

Temuan itu didapat dari penelitian tim Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bekerja sama dengan Kementerian PUPR. Berdasar hasil penelitian tersebut, diketahui Sesar Kendeng bergeser hingga sejauh 5 milimeter per tahun.

Menurut hasil penelitian itu pula, dibuat peta geologi. Patahan tersebut membelah Surabaya menjadi dua bagian. Yakni, utara dan selatan. ’’Kalau di Surabaya itu melewati Jalan Arif Rahman Hakim (ARH), Mayjen Sungkono, dan terus ke barat,’’ paparnya, seperti dilansir Jawapos, Selasa (30/8/2016).

Diperkirakan, kekuatan gempa yang dapat ditimbulkan dari Sesar Kendeng itu mencapai 4–5 SR. Kekuatan gempa tersebut mampu merobohkan gedung yang tidak memiliki tulang-tulang bangunan.

Untuk melakukan penelitian lebih mendalam tentang hal in, ITS akan menggandeng perguruan tinggi lain, ’’Rencananya, dibuat konsorium perguruan tinggi yang memiliki jurusan teknik sipil,’’ ungkapnya.

Amien mengungkapkan bahwa Surabaya pernah mengalami gempa pada 1943 dan 1960. Tetapi, saat itu belum ada catatan skala Richter (SR). Satu-satunya catatan hanya dari mulut ke mulut. ’’Kelemahan kita selama ini, malas menghitung. Tapi, dari pengakuan orang-orang tua, pernah terjadi gempa di Surabaya,’’ pungkasnya.

Advertisement