The Power of Wakaf (4)
Rasulullah saw bersabda, “Tahanlah pokoknya dan alirkan surplusnya”
Manfaat wakaf
Wakaf adalah model pengelolaan dana umat Islam yang bersifat jangka panjang bahkan abadi, karena aset wakaf tidak akan hilang dan hasilnya memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat luas. Perintah wakaf menekankan pentingnya menahan eksistensi aset wakaf dengan mengelolanya secara profesional. Sementara hasilnya di distribusikan untuk kemaslahatan umat.
Perkembangan Masjid Nabawi merupakan bukti positif daripada wakaf produktif. Dimasa Rasulullah saw, masjid Nabawi dibangun dari pelepah kurma, namun saat ini berubah total menjadi masjid yang indah dan dilengkapi failitas modern di dalamnya dan di sekelilingnya.
Aset wakaf sebaiknya dimanfaatkan oleh orang banyak. Ketika seseorang mewakafkan tanah atau bengunan sekolah maka masyarakat akan banyak memetik manfaatnya. Apalagi jika ongkosnya murah atau gratis setelah disubsidi dari dana hasil pengelolaan aset wakaf produktif. Aset wakaf yang dikelola produktif akan memiliki kemanfaatan immaterial yang melebihi manfaat materialnya. Karena pengelolanya mengutamakan memberikan manfaat untuk orang lain ketimbang mementingkan benda aset itu sendiri.
Keunggulan wakaf uang
Potensi wakaf uang (tunai) di Indonesia dapat mencapai Rp 3 triliun per tahun. Dengan dana sebesar itu tentu banyak yang bisa diperbuat demi kejayaan Islam dan kemandirian kaum dhuafa.
Dibandingkan dengan wakaf aset tetap maka waka uang (tunai) mempunyai keunggulan, diantaranya adalah sebagai berikut:
Pertama, memudahkan orang untuk berwakaf (menjadi wakif). Tanpa harus menunggu kaya maka seseorang bisa berwakaf.
Kedua, tersedia dana untuk merubah aset non produktif menjadi aset produktif. Dengan dana wakaf uang maka tanah-tanah kosong bisa dimanfaatkan sebagai gedung komersial, perkebunan atau pertanian yang hasilnya digunakan untuk kemaslahatan umat atau kegiatan ibadah.
Ketiga, dana wakaf tunai bisa memberdayakan usaha kecil yang saat ini masih dominan di Indonesia.
Keempat, dana wakaf tunai dapat membantu perkembangan lembaga pembiayaan syariah seperti BPR Syariah dan baitul mal.
Penutup
Jika untuk sekedar melakukan perjalanan wisata orang memerlukan perencanaan perjalanan dan perencanaan keuangan yang matang maka untuk melakukan perjalanan menuju surga yang kekal tentu harus direncanakan dengan lebih sempurna. Perjalanan akhirat adalah suatu keniscayaan bagi manusia, suka atau tidak suka – cepat atau lambat semua orang pasti akan menjalaninya. Surga atau neraka adalah pilihan kita semua, dan Allah beserta Rasululah telah mengabarkan dan mengajarkan cara-cara meraihnya.
Tidak diragukan bahwa wakaf adalah ibadah terbaik karena aset wakaf akan terus mengalirkan pahala kepada si wakif selama aset yang diwakafkannya terus mengalirkan manfaat bagi umat. Marilah kita mempersiapkan bekal terbaik untuk akhirat kita. Insya Allah
(Sekian)
*) Disarikan dari buku The Power of Zakat, Ismail A Said – Dompet Dhuafa 2013




