Ini Kata Dirut Kampung Ternak Indonesia Agar Peternak Indonesia Bisa Maju

foto Aditya kbk

JAKARTA, KBK – Guna mensejahterakan peternak Indonesia dibutuhkan sinergi antar pemangku kepentingan demi bisa meningkatkan pendapatan peternak.

Menurut  Drh Ajat Sudrajat Dirut Kampung Ternak Indonesia saat ini 96 persen peternak Indonesia merupakan peternak rakyat kecil yang kepemilikan hewannya berkisar antara 1 hingga 6 ekor baik sapi maupun kambing.

“Empat persen diantaranya berasal dari perusahaan besar, celakanya meski kecil tapi bisa berpengaruh pada harga dan pasokan. Saya setuju dengan cara BAZNAS yang ingin memberdayakan peternak Indonesia,” ucap Ajat pada acara Peluncuran Lembaga Pengembangan Pertanian dan Peternakan (LP3) BAZNAS di Jakarta, Kamis sore, (9/9)

Ajat menjelaskan pendapatan peternak rakyat saat ini sangat memprihatinkan  yang hanya sebesar Rp 100 ribu per bulan dari tiap 1 ekor hewan terak yang terjual. Terpaut jauh dari pedagang daging yang bisa meraup untung Rp 100 ribu perminggu.

Ajat menambahkan, kunci keberhasilan dari program ini adalah dengan cara meningkatkan kapasitas pengetahuan peternak/petani, mengubah cara pandang peternak, melakukan pendampingan, memperkuat kelembagaan, meningkatkan skala dan daya tawar.

Diluar itu kebanyakan peternak yang ada di Indonesia hanya melakukan pembesaran saja dengan bibit yang didatangkan dari Australia, bukan budidaya dengan cara mengawinkan indukan yang melahirkan bakalan.

“Kebanyakan peternak rakyat yang saya tanya, melontarkan jawaban yang belum sesuai harapan. Kalau masih begini terus peternak Indonesia sulit aju, dibutuhkan pendampingan berlanjut,” ujar Ajat.

Advertisement