BELGIA – Remaja berusia 17 tahun meminta disuntik mati karena menderita mutasi gen langka, dan ini merupakan kasus pertama suntik mati bagi warga Belgia tanpa batasan umur.
Belgia yang baru saja mengesahkan undang-undang suntik mati bagi semua kalangan yang menderita penyakit kronis, telah melegalkan permintaan sang remaja tersebut. Namun sebelumnya permintaan suntik mati harus melalui proses persetujuan.
Kendati usia tidak menjadi batasan untuk melakukan suntik mati, pemohon tetap harus didampingi oleh orangtua, kerabat, dokter dan psikolog, dengan catatan permohonan suntik mati adalah kemauannya sendiri. Permintaannya akan dikabulkan jika pasien memiliki alasan masuk akal, misalnya karena mengidap sakit parah.
BBC melansir pada Senin (19/9/2016), Ketua Komite Federal Pengawasan dan Evaluasi Euthanasia Belgia, Wim Distelmans mengatakan hanya ada sedikit anak-anak yang mempertimbangkan untuk disuntik mati.
Sehubungan dengan permintaan remaja 17 tahun tersebut, tidak dijelaskan lebih lanjut seburuk apa kondisinya, namun hasil konsultasi paramedis dan secara hukum keinginannya untuk mengakhiri hidup sudah dinyatakan legal.
Diketahui, 2003 hingga 2013 saja jumlah pasien yang disuntik mati di Belgia meningkat hingga delapan kali lipat yakni dari 1.000 menjadi 8.752 orang.





